Usul Koalisi Dibubarkan, Demokrat Dinilai PAN Dapat Tawaran Politik Lebih Baik

Usul Koalisi Dibubarkan, Demokrat Dinilai PAN Dapat Tawaran Politik Lebih Baik
Saleh Partaonan Daulay. ©dpr.go.id
POLITIK | 9 Juni 2019 15:10 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengomentari ucapan Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik yang menyarankan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Saleh menduga, ucapan itu terlontar karena Partai Demokrat sudah mendapatkan tawaran politik yang lebih baik.

"Itu pendapat sepihak Partai Demokrat. Mungkin Demokrat melihat bahwa mereka sudah tidak lagi bagian dari koalisi. Atau mungkin mereka mau keluar karena ada tawaran yang lebih baik," kata Saleh saat dihubungi merdeka.com, Minggu (9/6).

Dia menambahkan, selama ini para elite Demokrat sering menyampaikan pendapat dengan nada-nada seperti keluar koalisi. Saleh yakin pasti ada sesuatu hal yang ingin dicapai oleh partai berlambang mercy tersebut.

"Nada-nada seperti ini kelihatannya banyak disampaikan oleh para pengurus Demokrat. Tentu ada target dan sasaran yang mau dicapai," ungkapnya.

Meski begitu, PAN tidak ingin ikut campur pada urusan internal Partai Demokrat. Sebab, kata dia, tidak ada paksaan untuk tetap bergabung di Koalisi Adil Makmur.

"PAN tidak bisa mencampuri sikap politik partai lain. Kami menghargai semua pilihan yang ada," ucapnya.

Dia melanjutkan, PAN juga nantinya bisa saja menentukan keputusan politiknya tanpa dicampuri pihak lain. Walau saat ini PAN belum menentukan sikap politik yang baru.

"PAN belum memiliki sikap politik terbaru. Kalaupun ada, tentu akan dibahas di internal partai. Kalau komunikasi lintas partai, itu tentu dimaksudkan untuk menjaga keteduhan dan menghindari kegaduhan. Itu tentu tugas semua pihak," tandasnya.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik meminta capres nomor urut 02Prabowo Subianto untuk segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Alasannya, kata dia, gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai persyaratan partai koalisi.

"Pak @prabowo, Pemilu udah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak terpilih sebagai anggota Partai. Saya usul, kamu segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan yang dijadwalkan," kata Rachlan dalam akun Twitter resminya, Minggu (9/6). (mdk/gil)

Baca juga:
BPN Sebut Informasi Dukungan Ani Yudhoyono untuk Prabowo di Pilpres Datang dari SBY
Tidak Gelar Open House, SBY Akan Ziarah ke Makam Ani Yudhoyono Usai Salat Id
Fadli Anggap Keakraban Putra SBY & Keluarga Megawati Sebagai Kesempatan Silaturahmi
PAN Akui Saat Ini Partai Demokrat Tidak Sejalan Dengan Koalisi
Tepis Tudingan PAN, Demokrat Sebut Koalisi dengan Prabowo-Sandi sampai Putusan MK
Wasekjen Demokrat Desak Prabowo Bubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur
Demokrat Usul Koalisi Dibubarkan, BPN Sindir 'Kebelet Dapat Jatah Menteri'

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami