Visi Bamsoet di Munas: Kaderisasi Berjenjang, Lahirkan Politisi Berintegritas

Visi Bamsoet di Munas: Kaderisasi Berjenjang, Lahirkan Politisi Berintegritas
Bambang Soesatyo. ©2018 Merdeka.com
NEWS | 26 November 2019 14:41 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo kembali mengumumkan diri menjadi Calon Ketua Umum Golkar menantang Airlangga Hartarto. Sederet visi Bamsoet, begitu dia disapa, sudah disusun.

Loyalis Bamsoet Andi Sinulingga mengungkapkan sejumlah visi Ketua MPR itu sebagai caketum di Munas Golkar. Salah satunya mengembalikan fungsi Golkar sebagai partai dan kepercayaan masyarakat kepada Golkar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Golkar dilanda berbagai masalah, mulai dari kader terjerat dalam pusaran korupsi hingga menurunnya kursi Golkar di DPR pada Pemilu 2019 lalu.

"Pertama, mengembalikan fungsi-fungsi dasar partai politik. Dua, mengagregasi kepentingan masyarakat, memformulasi dalam bentuk regulasi, kebijakan dan program. Ketiga, memulihkan kepercayaan publik kepada partai politik," kata Andi kepada merdeka.com, Selasa (26/11).

Soal mengembalikan peran Golkar sebagai partai politik, Andi menyebut hal ini terkait dengan rekruitmen kepemimpinan nasional. Menurutnya, Bamsoet ingin Golkar kembali menjadi partai yang berintegritas dan berkomitmen terhadap agenda-agenda kebangsaan.

"Sekarang ini peran parpol besar sekali, seleksi rekruitmen kepemimpinan dari daerah sampai presiden itu lewat parpol. Pemilihan KPK lewat parpol melalui perpanjangan tangannya di DPR. Duta besar dan banyak lainnya," ungkapnya.

"Karena itu harus diimbangi dengan parpol yang kuat, kuat itu artinya punya kapasitas yang cukup, memiliki integritas, komit terhadap agenda-agenda kebangsaan," sambung dia.

2 dari 3 halaman

Ingin Buat Kaderisasi Berjenjang

Caranya, dengan mereformasi sistem kaderisasi secara berjenjang untuk melahirkan pemimpin yang berintegritas tanpa syarat transaksi politik.

"Karena itu perlu dilakukan langkah-langkah reformis. Kaderisasi berjenjang harus dihidupkan yang selama itu enggak berjalan. Seleksi kepemimpinan daerah yang benar-benar memiliki integritas, kompetensi dan leadership yang baik. Tidak lagi berdasarkan seberapa besar mahar yang di berikan oleh sang pelamar untuk dapat rekomendasi partai," tegas Andi.

Ketua DPP Partai Golkar ini menyakini, dengan cara itu, kepercayaan publik kepada partai beringin akan kembali baik.

"Golkar harus merumuskan kepentingan rakyat yang di perjuangkan. Hanya dengan begitu kepercayaan rakyat terhadap parpol pulih kembali," tandas Andi.

3 dari 3 halaman

Bamsoet Deklarasi Maju Caketum

Bamsoet mendeklarasikan diri maju sebagai bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) 3-6 Desember 2019. Hal itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11).

"Dengan didasari kecintaan saya terhadap Partai Golkar, dengan mengucapkan bismillah, saya Bambang Soesatyo menyatakan siap menjalankan perintah untuk mengikuti kontestasi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024," kata Bamsoet.

Bamsoet mengaku tidak bisa membendung keinginan kader yang memintanya untuk tetap maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Dia juga mengaku mendapat permintaan untuk tetap maju dari para senior Partai Golkar.

(mdk/ray)

Baca juga:
Bamsoet atau Airlangga yang Langgar Janji?
Maju Munas, Indra Utoyo Ingin Ciptakan Golkar Bersih dari Korupsi
Golkar Makin Jeblok, Alasan IBU akan Lawan Airlangga & Bamsoet di Munas
Agun Gunandjar akan Lapor Menkum HAM Jika Pemilihan Caketum Golkar Tak Sesuai Aturan
Said Assagaff Imbau Kader Golkar Harus Miliki Loyalitas: Tak Baik Bermain Dua Kaki

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami