Waketum Demokrat: Hoaks marak bukan karena parpol

POLITIK | 8 Maret 2018 11:41 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menegaskan maraknya hoaks bukan karena kinerja partai politik. Menurutnya, hoaks terjadi karena masalah penyikapan dalam menggunakan media sosial.

Hal ini diungkapkannya menanggapi pernyataan Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang menyebut hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel. Dia menilai partai oposisi gagal menawarkan kebijakan alternatif.

"Saya kira masalah hoaks bukan masalah partai politik tapi masalah media sosial bagaimana kita harus menyikapi ini dengan memberikan rambu-rambu dan penegakan hukum yang berkeadilan," kata Nurhayati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Nurhayati menegaskan, Demokrat bukanlah partai oposisi. Dia menyatakan Demokrat adalah partai penyeimbang kinerja pemerintah.

"Demokrat tidak menempatkan diri sebagai partai oposisi tapi lebih menempatkan diri pada partai penentu. Artinya kita penyeimbang, mana yang baik kita ikut untuk rakyat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menuding hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel. Dia menilai partai oposisi gagal menawarkan kebijakan alternatif.

"Hoaks ada karena kita tidak punya oposisi kredibel. Tidak ada policy alternatif. Mainkan isu primordial saja. Yang setuju RT," katanya dikutip merdeka.com dari akun twitter miliknya, Kamis (8/3).

"Tesis utama kami, hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel, oposisi gagal menawarkan policy alternatif".

Baca juga:
Sekjen PSI: Hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel
Sekjen PPP sebut maraknya hoaks karena efek Pilpres 2014
Disebut terima bantuan dari tersangka Mujianto, ini kata Kapolda Sumut
Penjelasan Kapolda Sumut terkait penjemputan wartawan di Medan
Wiranto mengimbau masyarakat tak mudah terprovokasi di tahun politik
Kelompok Saracen banyak yang pindah ke MCA buat bikin berita hoaks

(mdk/dan)