Wakil Ketua DPR: Bersatunya Elite Politik Saat Ini Preseden Buruk Bagi Demokrasi

POLITIK | 21 Oktober 2019 15:05 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aziz Syamsuddin mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan wakilnya Ma'ruf Amin harus kembali menghidupkan sikap kritis masyarakat. Sebab, dia menilai bergabungnya beberapa elite politik ke pemerintah bisa membuat preseden buruk untuk demokrasi Indonesia.

"Harus diakui, bahwa bersatunya elit politik saat ini, sebenarnya sebuah preseden buruk bagi demokrasi," kata Aziz di salam keterangan tertulisnya, Senin (21/10).

Menurutnya saat ini oposisi sangat diperlukan. Karena itu, Jokowi perlu kembali menghidupkan saya kritis masyarakat.

"Salah satu pihak yang bisa mengambil alih peran itu sekarang, adalah kelompok civil society, seperti mahasiswa, kelompok pro-demokrasi, aktivis HAM dan lingkungan, aktivis akti-korupsi, dan lain-lain," ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, Jokowi-Ma'ruf juga diminta untuk membersihkan sisa-sisa keterbelahan politik akibat Pilpres 2019. Sehingga tujuan Indonesia bisa terlaksana dengan baik.

"Sebagaimana kita saksikan dalam beberapa tahun terakhir, segregasi kedua kelompok ini bisa meningkat tinggi hingga ke titik yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya.

"Untuk itu, agar menjamin terlaksananya tujuan pemerintah dalam lima tahun ke depan, sampah politik ini harus di bersihkan sesegera mungkin," tandasnya.

Diketahui, beberapa partai oposisi dikabarkan akan bergabung ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Partai yang santer disebut akan gabung di antaranya Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

Baca juga:
NasDem Melunak, Gerindra Masuk Kabinet Jokowi Dinilai Bukan Ancaman
Erick Thohir soal 'Berkeringat' Sentil Calon Menteri dari Luar Koalisi?
Fadli Zon Bantah Jadi Menteri di Kabinet Jokowi
Surya Paloh Tidak Diberi Tahu Jokowi Soal Jatah Menteri Untuk NasDem
Jika Diminta Jokowi, Gerindra Siap Masuk Kabinet
Jokowi Harus Hati-Hati Jika Ingin Akomodir Gerindra dan Demokrat

(mdk/bal)