Wapres JK: Partisipasi Pemilih 75 Persen, Kalau Ada Golput Bukan Kecewa pada Petahana

POLITIK | 9 April 2019 13:49 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla optimistis tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan umum atau Pemilu Serentak 2019 naik dibanding sebelumnya. Sejalan dengan itu, jumlah warga yang golput pada tahun ini juga diprediksi bakal berkurang.

"Tapi saya pikir karena pemilu ini menarik, saya kira pada akhirnya (partisipasi pemilihan) di atas 75 persen lah," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/4)

Menurutnya, rata-rata masyarakat yang pergi ke TPS sekitar 70 persen pada pemilu terdahulu. karena itu Wapres yakin tingkat partisipasi publik pada pemilihan umum tahun ini akan meningkat tajam.

Delapan hari tersisa sebelum pencoblosan bisa dimaksimalkan untuk meyakinkan masyarakat agar menentukan hak pilihnya. Satu debat terakhir pada 13 April 2019 dinilai akan mempengaruhi pilihan masyarakat.

"Ya memang dalam survei masih ada undecided, sekira-kiranya tidak mau menjawab. Tapi saya kira nanti pada waktunya undecided dengan pengaruh kampanye, lalu debat pada 13 April 2019 itu, biasanya mereka akan menentukan itu," katanya.

Jika pada saat pelaksanaan masih ada angka golput, mantan Ketum Partai Golkar ini yakin bukan disebabkan karena kekecewaan terhadap calon petahana.

"Kalau kecewa terhadap petahana ya dia pilih nomor 02 kan. Ternyata dia tidak juga (memilih no 02). Jadi tidak juga (kecewa dengan petahana). Mungkin dia bingung saja," ucapnya.

Baca juga:
Kampanye di Bandung, Jokowi Targetkan Minimal 60 Persen Suara di Jabar
Bawaslu Catat Indeks Kerawanan Pemilu 2019 Tertinggi di Papua
Dibantu KH Junaedi Al Baghdadi, Jokowi Targetkan Raih 60% Kemenangan di Karawang
Penjelasan BPN Soal Aksi Gebrak Podium: Prabowo Bersemangat Saat Pidato
Foto Bareng Pendukung Jokowi di Bali, Sandiaga Berpose Satu Jari

(mdk/noe)