Wasekjen PAN sebut Ali Mochtar Ngabalin ingin disorot sejak masuk Istana

POLITIK | 1 Juni 2018 13:34 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Surya Imam Wahyudi menilai Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin hanya mencari sensasi dan cari muka kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Hal ini terkait ucapan Ngabalin yang meminta PA 212 memecat Amien Rais dari jabatan Ketua Dewan Pembina. Dia menilai sejak masuk KSP ucapan-ucapan Ngabalin tidak terukur dan berbobot serta cenderung konfrontatif ketimbang komunikatif. Justru cara dan gaya komunikasinya merugikan citra Presiden dan menjauhkannya dari umat.

Selain itu, dia menilai Ngabalin sebagai sosok yang dahulunya gemar mengeluarkan kritik kepada Presiden Jokowi, perubahan posisi Ngabalin saat ini justru menjadi lelucon politik.

"Saya kira yang bersangkutan sedang over acting dan menjadikan pak Amien sebagai bahan untuk mencari sensasi. Tapi saya kira wajar karena dia baru masuk lingkungan istana dan ingin disorot," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/6).

"Sangat disayangkan ia tidak menyadari bahwa image Presiden justru terciderai oleh retorika negatifnya," sambungnya.

Terkait PA 212, dia meminta sebaiknya Ngabalin bisa membedakan mana urusan politik, pribadi, dan agama. Dia menilai, Amien Rais mengkritik pemerintah maka adalah hak sebagai warga negara yang tercantum dalam UUD 1945.

"Jadi saya kira tidak ada hubungannya ya antara sikap pak Amien terhadap posisi beliau di PA 212 dan Ngabalin seharusnya ngerti itu," ujarnya.

"Lagi pula siapa Ngabalin mau intervensi PA 212? Keterlibatannya di saat 212 lalu, juga tidak signifikan."

Baca juga:
Ali Mochtar Ngabalin ke Amien Rais: Jaga lisanmu sebagai tokoh!
Ali Mochtar Ngabalin ingatkan penumpang gelap dalam gerakan reformasi
Suara lantang Ali Mochtar Ngabalin setelah jadi pegawai Istana
DPR nilai perekrutan Ali Mochtar dalam KSP hanya pemborosan anggaran
Cerita hari pertama Ali Mochtar Ngabalin ngantor di Istana

(mdk/rzk)