Wasekjen PAN ungkap partainya agak berat beri dukungan ke Jokowi

POLITIK | 6 Juli 2018 10:55 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Peluang Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung ke koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) nampaknya semakin jauh. Meski belum ada keputusan dan terkesan bimbang, PAN agak sulit untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Kalau PAN kelihatannya agak berat (beri dukungan) kepada Jokowi," kata Wasekjen PAN Saleh Daulay kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/7).

PAN juga legowo bila nantinya Ketua Umum Zulkifli Hasan tak diberi ruang untuk maju Pilpres. Asal para partai yang mengajak berkoalisi wajib berembuk bersama. Bukan malah ngotot menjagokan para figur-figur capres.

"Bagi PAN yang paling penting itu kan PAN rasional, enggak bisa kami ngotot jadi capres atau cawapres, makanya semua kan kami bicarakan. Andai kata misalnya saya kira PAN sudah berada di posisi yang terburuk sekalipun," ujar Saleh.

"Misalnya tidak bisa memajukan ketua umum begitu, PAN ya tetap menerima. Tapi dengan catatan yang lain jangan ngotot begitu, karena yang paling penting dari koalisi adalah membangun kebersamaan dan kemaslahatan bangsa ini," tambah Anggota Komisi IX DPR ini.

Partai berlambang matahari terbit ini juga tak ingin gagal seperti Pilpres 2014 lalu. Oleh karenanya, koalisi penantang Jokowi mesti melahirkan sosok capres yang kuat.

"Baru yang kedua mencari siapa yang bisa mengalahkan Jokowi, jangan sampai mencalonkan orang yang kalah, ngapain? Makanya di kubu umat ini, kan bagaimana mengalahkan Jokowi," ujar Saleh.

Baca juga:
PDIP tanggapi wacana Prabowo-AHY: Baru cari formasi, belum masuk arena
Survei SMRC soal Cawapres: Sri Mulyani dan Said Aqil masuk 5 besar
Gerindra: Kunjungan Syarief Hasan punya arti tersendiri bagi Prabowo
Pertemuan Kertanegara bahas duet Prabowo-AHY, Demokrat segera rapat internal
Gerindra lihat tanda koalisi Jokowi akan berantakan
PDIP tunggu Demokrat ikuti sikap TGB dukung Jokowi

(mdk/bal)