Wiranto Soal Reshuffle: Masih Bulan Oktober Enggak Usah Ribut dan Intervensi

POLITIK | 17 Juni 2019 21:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus memberikan sinyal untuk melakukan perombakan kabinetnya. Bahkan sinyalnya pun juga diberikan saat menghadiri halal bihalal dengan para aktivis 1998, Minggu 16 Juni 2019 kemarin.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, untuk urusan mengutak-atik kabinet itu sudah menjadi hak prerogatif Presiden. "Itu hak prerogatif Presiden. Sepenuhnya hak prerogatif Presiden," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (17/8/2019).

Karenanya dia meminta jangan ada pihak-pihak yang meributkan soal perombakan kabinet. Apalagi waktunya masih lama, yakni bulan Oktober. "Enggak usah diributkan. Dan masih lama, masih Oktober," ucap Wiranto.

Menurutnya, Presiden Jokowi sudah mempunyai pertimbangan. Siapa saja yang akan diganti atau dipertahankan di kabinetnya.

"Beliau sudah mempunyai pertimbangan-pertimbangan yang beliau lakukan. Dan saya kira beliau sudah mempunyai suatu rencana kan untuk itu," jelasnya.

Karena itu, dia mengingatkan kembali, jangan ada yang meributkan atau pun melakukan intervensi. Siapapun itu orangnya.

"Tapi kan enggak usah kita ributkan dan itu enggak perlu diintervensi oleh siapapun dan masyarakat," pungkasnya.

Baca juga:
4 Nama Tokoh Ini Disebut-sebut Jadi Calon Menteri Jokowi
Cak Imin: Kita Tak Berharap Pos Menteri Manapun, Semua Bergantung Presiden
Golkar Bahas Kursi Menteri Usai Putusan Sengketa Pilpres di MK
Ini Latar Belakang Calon Menteri Jokowi di Kabinet Kerja Jilid Dua Menurut TKN
Jokowi Beberkan 3 Fokus Kabinet Kerja Jilid II
Jawaban Para Manteri Jokowi Saat Ditanya Apa akan Masuk Kabinet Lagi?

(mdk/ded)