Zulhas Ingatkan Caketum PAN Tak Saling Hujat, Diyakini Tak Aklamasi

POLITIK | 7 Desember 2019 13:21 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas memandang partainya harus berpikir pragmatis. Menurut dia sudah saatnya PAN berhenti berjualan surga dan neraka dalam politik.

"Berdasarkan diskusi yang panjang, publik sekarang perlu pragmatis dalam artian positif. Jualan surga dan neraka enggak diterima lagi. Ini yang perlu kita diskusikan panjang," ujar Zulhas dalam sambutannya di Pembukaan Rakernas PAN, Jakarta, Sabtu (7/12).

Hal itu, kata Zulhas, dibuktikan dengan posisi PAN dalam pemilu lalu yang hanya mendapatkan posisi kedelapan. Padahal partai lain yang dituding sebagai partai penista agama justru moncer suaranya.

Pasalnya, kata Zulhas, partai tersebut melakukan sesuatu yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Terlebih masyarakat berbasis NU dengan menelurkan UU mengenai pesantren.

"Ada teman kita, partai satu sahabat kita yang kadang disebut juga penista agama. Tapi karena berbuat sesuatu, misalnya yang kita tentang saat itu ada beberapa poin Misalnya UU pesantren (akhirnya) suaranya naik," kata Zulhas.

Kata Zulhas publik menginginkan apa yang diperjuangkan PAN membumi. Artinya bisa dirasa oleh masyarakat luas. Bukan jargon kosong belaka.

"Tapi bukti nyata yang bisa diambil manfaat bagi mereka tentu itu yang akan dipilih," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Zulhas dan beberapa kader PAN dan pendiri PAN Amien Rais membuka Rakernas PAN ke-5 dengan memukul bedug kecil.

1 dari 2 halaman

Jangan Saling Mencerca Calon Ketum Lain

Zulhas meminta para kadernya untuk tidak saling merendahkan pihak lain yang hendak mencalonkan diri sebagai ketua umum. "Pak Asman, Mulfachri itu sahabat saya. Semua punya karya di partai kita. Masa saudara kita tega untuk menghujat. Jangan!" tegas Zulhas.

Menurut Zulhas, sesama kader PAN merupakan keluar besar. Oleh karenanya persatuan amat dibutuhkan. "Kita kompak saja 44 (DPR RI) apalagi kalau ricuh," ujar Zulhas diikuti dengan riuh tepuk tangan kader PAN.

Menurut dia, dirinya sudah berjuang keras untuk merekrut beberapa kader dari partai lain. Misalnya seperti Haji Lulung dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun justru diinternal PAN malah ribut.

"Bahwa ada kompetisi itu suatu keniscayaan, lima tahun sekali nanti kalau sudah kelar lima tahun sudah selesai. Oleh karena itu mari kita lalui ini dengan baik," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Bima Arya Yakin Tak Ada Aklamasi di Kongres PAN

PAN akan memilih pimpinan baru pada Kongres yang akan dilaksanakan pada Februari atau Maret 2020. Sejumlah nama pun mencuat sebagai kandidat caketum.

Bima meyakinkan tidak akan ada aklamasi di partai PAN, karena banyaknya kandidat yang mendaftarkan diri. Kongres PAN yang sudah dilaksanakan selama lima kali membuat Bima yakin bahwa kongres tahun ini akan berjalan demokratis.

"Saya melihat kecil kemungkinan aklamasi, nanti kelihatanya ada demokrasi yang cukup menarik dan dinamis di tubuh partai ini awal tahun depan di kongres," ucap Bima, di lokasi Rakernas PAN, Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Banyaknya nama-nama yang mencuat sebagai kandidat caketum, diantaranya Hanafi Rais, Mulfahcri Harahap, Bima Arya, Asman Abnur, dan petahana Zulkifli Hasan.
Hal ini, semakin membuat Bima yakin bahwa tidak akan terjadi aklamasi di kongres tahun depan.

"Berbeda dari kongres terakhir tahun ini agak semarak nama-nama yang didorong cukup banyak, dan kami melihat Pak Amien Rais juga membuka ruang untuk munculnya nama-nama yang akan nanti bersaing di kongres, kita nikmati alam demokrasi di PAN ini," sambung Bima.

Asman menyampaikan harapan pada kongres tahun depan dapat berjalan dengan baik sehingga partai PAN dapat menjadi contoh untuk partai lain.

"Partai ini adalah partai yang berbasis rakyat tentu tata kelolanya menjadi sangat penting ke depannya sehingga mudah-mudahan ke depan PAN menjadi role model di partai-partai politik yang ada di Indonesia," kata Asman.

Reporter: Yopi Makdori (Liputan6.com) (mdk/did)

Baca juga:
Pendiri PAN Ingin Ada Perubahan Kepemimpinan di Partai
Pengurus DPD PAN Ungkap Diklaim Sepihak Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketum Lagi
Mulfachri Didukung Amien Rais, Zulkifli Hasan Didorong 28 DPW PAN
PAN Ingin Kompetisi Calon Ketum di Kongres Santun Agar Tak Pecah
Berebut Kursi Ketum PAN, Kubu Zulkifli Hasan dan Mulfachri Saling Tuding
Gelar Rakernas 7 Desember, PAN akan Tetapkan Jadwal Kongres 2020

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.