Angka Penjualan Tinggi, PGL Group Sabet The Best Trusted Property Company

PROPERTI | 13 April 2019 17:40 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Permata Graha Land (PGL) Group menyabet penghargaan The Best Trusted Property Company Of The Year 2019 dalam ajang Anugerah Citra Indonesia 2019. Penghargaan yang diberikan oleh Nine Communication ini, sekaligus merupakan pembuktian bahwa Permata Graha Land mampu mendapatkan kepercayaan dari masyarakat khususnya konsumen, investor, dan mitra di tengah kondisi pasar properti yang sedikit mengalami kelesuan di tengah tahun politik saat ini.

"Tidak gampang untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, konsumen, investor, dan mitra di tengah kondisi pasar yang tidak bisa dipungkiri mengalami perubahan saat ini. Namun, berkat kerja keras seluruh tim, kami bisa membuktikannya dengan tingginya angka penjualan produk properti kami, terutama untuk proyek proyek vila kami di Bali," kata Direktur Marketing Permata Graha Land Group, Satya Adi dikutip keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/4).

Setelah sukses mengembangkan sejumlah proyek di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, PGL Group saat ini tengah menggarap proyek Marina Clifttop, tanah kavling untuk resort di daerah Uluwatu, Bali Selatan.

Proyek ini dikelilingi oleh sejumlah hotel dan resort berskala internasional, seperti Banyan Tree, Karma Kandara, Sinaran Surga, dan The Ungasan Luxury Villa. Marina Clifftop dipasarkan dengan ukuran 60 m2–100 m2. Karena letaknya di atas tebing berbukit dan view Pantai Melasti, vila ini nantinya memiliki sea view dan cliff view.

Satya Adi mengatakan, masih berlokasi di Pulau Dewata, PGL Group, baru–baru ini juga meluncurkan proyek teranyarnya, proyek Ratnamaya Home Resort di daerah Pecatu, Uluwatu, Bali.

Proyek yang hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif ini dikelilingi oleh sejumlah hotel atau resort berskala internasional yang sering menjadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas, seperti Alila Villas Uluwatu, Bulgari Resort, The Edge, Ungasan Clifftop Resort. Pada tahap pertama, pihaknya hanya akan memasarkan 12 unit unit saja dengan harga mulai Rp 1,5 miliar.

Satya mengungkapkan, pemilik resort, selain bisa menempati sendiri, vilanya juga bisa disewakan. Seperti ketahui, harga sewa vila di daerah Pecatu dan Uluwatu per malamnya bisa mencapai 14 juta.

Namun, sambung Satya, untuk mendongkrak jumlah penyewa dan juga menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, pihaknya bisa memasang harga sewa Rp 2 juta – Rp 3 juta per malam.

"Sebagai pengembang, kami terus mengikuti tren pasar dan membaca peluang yang ada. Tentunya, kami juga menyuguhkan produk properti kami yang semakin inovatif. Kami bersyukur jika akhirnya masyarakat tetap mempercayai dan berminat dengan proyek-proyek kami. Ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim kami."

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT