Di Tengah Pandemi, Teknologi PropertiGuru Hadirkan Proyek Hunian ke 'Tangan' Konsumen

Di Tengah Pandemi, Teknologi PropertiGuru Hadirkan Proyek Hunian ke 'Tangan' Konsumen
PROPERTI | 3 Juni 2020 16:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PropertyGuru Group, perusahaan teknologi properti yang juga induk usaha dari Rumah.com menghadirkan fitur digital baru 'StoryTeller' ke dalam ‘PropertyGuru FastKey’ untuk menghadirkan pengalaman site visit secara virtual. Fitur ini sangat penting di tengah pandemi dan social, serta physical distancing yang mempengaruhi aktivitas pemasaran properti.

Platform FastKey untuk mendigitalisasi dan mengotomatisasi seluruh proses penjualan properti dari peluncuran proyek hingga transaksi penjualan, yang saat ini telah melayani lebih dari 500 proyek dari 100 pengembang properti di Asia Tenggara.

Chief Business Officer PropertyGuru Group, Jeremy Williams menjelaskan bahwa fitur ini mendigitalisasi sebuah proyek properti secara 360 derajat dengan lebih mendalam, baik itu interior unit-unitnya maupun suasana dan pemandangan di sekitarnya. Inovasi ini menghadirkan proyek dan hunian langsung ke hadapan pembeli properti agar mempermudah dalam melihat, memilih, dan bahkan mencatat minat untuk unit properti, berdasarkan preferensi sesuai dengan ketersediaan secara real-time.

"Pengalaman 360 derajat yang mendalam ini diciptakan untuk merespons rencana proyek dari pengembang dengan cepat. Dengan fitur ini, Fastkey akan memungkinkan pengembang properti mulai memasarkan unitnya segera setelah proyek mereka disetujui, tanpa harus menunggu pembangunan galeri penjualannya atau menunjukkan unit contoh," kata Jeremy dikutip keterangannya kepada merdeka.com di Jakarta.

Langkah-langkah penerapan physical distancing di tengah pandemi telah membentuk perilaku konsumen yang baru, termasuk ekspektasi seputar pembelian dan penjualan properti. Kosongnya galeri pameran dan penjualan akibat pandemi tidak menutup orang-orang dalam mengeksplorasi properti di tengah era new normal, bahkan momen ini dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan inovasi properti.

Selama bertahun-tahun, FastKey telah mengubah proses penjualan properti menjadi ekosistem digital yang dapat menghubungkan pengembang dengan agen properti di seluruh dunia untuk meluncurkan proyek mereka dan menyediakan data didukung manajemen persediaan. Agen properti dapat membawa proyek ini ke hadapan pembeli dan mempermudah pembeli untuk memilih dan mendaftar. Penambahan fitur StoryTeller membuka peluang baru untuk pencarian dan penjualan properti yang dapat dilanjutkan secara digital, dengan cara yang aman dan sangat nyaman.

"Teknologi ini memanfaatkan keberadaan PropertyGuru di lima pasar Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam) termasuk pasar agen properti dengan lebih dari 45.000 agen di Asia Tenggara dan 1 juta di Cina. Di Indonesia, keberadaan FastKey dikelola oleh Rumah.com."

1 dari 1 halaman

Peluang Penjualan

Setiap project dapat disiapkan hanya dalam lima hari, sehingga FastKey dapat menciptakan peluang penjualan baru untuk pengembang dan agen properti. Informasi proyek dan tugas-tugas administratif seperti pemesanan unit, pembuatan dokumen dan pengumpulan deposit diperbarui secara real-time, memungkinkan untuk transaksi lintas batas dan peluncuran multi-kota dimana penjualan bisa dilakukan secara simultan. Produk ini ditujukan untuk memudahkan pengembang perumahan maupun agen penjual properti, untuk membantu terjadinya proses penjualan hunian dengan real-time inventory data pada setiap proyek properti.

"FastKey memungkinkan kecepatan proses penjualan yang jauh lebih cepat, sekaligus merampingkan pengorganisasian penjualan, sehingga meningkatkan efisiensi, menghemat biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Manfaat ini pasti akan menyebabkan perubahan yang signifikan pada industri properti, karena digitalisasi penjualan properti menjadi semakin mendesak dalam situasi sekarang ini," jelas Jeremy.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan, Fastkey di Indonesia telah digunakan oleh 60 pengembang dalam 90 project mereka, antara lain Metropolitan Land Tbk. (Metland), Lyman Group (Kota Baru Parahyangan), Agung Podomoro (Podomoro Golf View), Lavon (SwanCity), Mitra Bening Lestari (Kota Legenda Bekasi), Ciputra (Ciputra Palembang dan Ciputra Losari Makassar), Wiraland (Givency One, Halton Place), dan Citraswarna (Citraswarna Grande).

Dengan Virtual Reality, pencari properti dapat menjelajahi eksterior dan interior proyek, termasuk gambaran dari lingkungan, suasana, fasilitas, dan pemandangan jalan di sekitar proyek. Semua ini dapat dihadirkan sebelum proyeknya selesai dan tanpa menunggu show unit dibuat. Dengan demikian, konsumen dapat membandingkan, melihat berbagai sisi, menikmati pengalaman yang realistis, dan melakukan konfigurasi sesuai keinginan mereka untuk membuat keputusan pembelian.

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5