Pasar Properti Australia Cerah, Crown Group Catat Penjualan Rp460 M Dalam Tiga Bulan

Pasar Properti Australia Cerah, Crown Group Catat Penjualan Rp460 M Dalam Tiga Bulan
PROPERTI | 13 Januari 2020 20:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pengembang, Crown Group melihat pasar properti Australia kembali cerah. Hal ini ditunjukkan dengan penjualan properti Crown Group yang terus menanjak. Crown Group yang merupakan perusahaan besutan Iwan Sunito asal Surabaya ini mencatatkan penjualan lebih dari Rp460 miliar selama tiga bulan terakhir.

Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards menyebut, pihaknya memiliki keyakinan kuat dalam menghadapi tahun 2020 yang menjanjikan, karena pasar properti Australia terus mengalami kenaikan.

"Pemotongan suku bunga Reserve Bank tahun ini dan dimulainya musim penjualan pada musim semi-musim panas yang kuat secara tradisional telah membuat pembeli kembali ke dua pasar properti terbesar negara itu, Sydney dan Melbourne, serta pertumbuhan positif di Brisbane," ucap Prisca dalam keterangannya kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (13/1).

Dia menyebut, Sydney menikmati minggu lelang tersibuk kedua tahun 2019 selama minggu kedua November, mencatat tingkat pembukaan (lelang) awal sebesar 81 persen dan 664 penjualan.

Antrean pembeli dari musim dingin dan stok yang terbatas juga menyebabkan lonjakan harga di dua pasar properti terbesar Australia tersebut selama bulan Oktober, dengan nilai unit meningkat sebesar 1,85 persen dengan nilai median 720.658 dolar Australia di Sydney dan 2,37 persen dengan nilai median 558.254 dolar australia di Melbourne.

"Secara nasional, nilai hunian tumbuh sebesar 1,2 persen yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Juli 2019, dan kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2015, menurut laporan CoreLogic Home Value Index."

1 dari 2 halaman

Harga Apartemen Diprediksi Meningkat

diprediksi meningkat

Para ekonom memperkirakan bahwa terbatasnya pasokan apartemen baru, yang ditunjukkan oleh penurunan 20 persen dalam persetujuan pembangunan apartemen pada bulan Juli, dikombinasikan dengan rekor suku bunga rendah, dapat memicu rebound yang cepat untuk harga hunian dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom Moodys, Katrina Ell meyakini bahwa koreksi harga hunian sebagian besar telah berlalu di sepanjang pantai timur.

Harga apartemen di kota Sydney diprediksi meningkat rata-rata 7,9 persen pada tahun 2020, diikuti oleh peningkatan sebesar 8,4 persen pada tahun 20121. Laporan yang dibuat oleh CoreLogic Moody's juga memperkirakan pertumbuhan sebesar 7 persen pada tahun 2020 diikuti dengan peningkatan 7,8 persen pada tahun 2021 untuk Melbourne.

Laporan tersebut juga sesuai dengan perkiraan HSBC, di mana pertumbuhan harga hunian sebesar satu digit pada tahun 2020 untuk Sydney dan Melbourn Laporan akhir tahun yang dibuat oleh Commonwealth Bank of Australia juga memperkuat prediksi yang dibuat oleh CoreLogic Moodys.

2 dari 2 halaman

Didorong Penurunan Suku Bunga

suku bunga

Commonwealth Bank of Australia memperkirakan penurunan suku Bunga deposito sebesar 0,5 persen pada bulan Maret 2020. Sementara tingkat hunian sewa di kota Sydney, diprediksi di bawah 3 persen.

Sydney perlu mendorong kegiatan pembangunan hunian mendekati 35.000 Unit untuk memgimbangi pertumbuhan penduduk yang terjadi dengan tingkat pembangunan saat ini yang masih berkisar di angka 25.000 Unit

Lebih lanjut Commonwealth Bank of Australia juga menjelaskan beberapa kunci utama dalam cerahnya prospek tahun 2020

Kondisi perekonomian dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang positif, tingginya pengeluaran pemerintah kota Sydney dalam hal infrastruktur transporatsi yang mencapai Rp. 460 triliun, semakin menurunnya utang usaha serta kembalinya kepercayaan di sektor pasar hunian.

"Crown Group mengalami lonjakan kuat dalam penjualan selama tiga bulan terakhir dan kami berharap akan terus tumbuh secara eksponensial pada 2020," kata Prisca

"Pada bulan Agustus, kami menjual proyek hunian di Sydney kami senilai total Rp192 miliar dan pada bulan September dan Oktober angka tersebut tetap kuat dengan penjualan lebih dari Rp110 milyar setiap bulannya. Kami melihat tahun yang sangat kuat di depan, ditandai dengan minat baru dari pembeli karena fundamental pasar yang solid, suku bunga rendah, pembangunan hunian yang lambat dan meningkatnya permintaan."

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami