Siapkan Rp 2 Triliun, Anak Usaha Adhi Karya Kembangkan Proyek Rumah Tapak

PROPERTI | 1 Agustus 2019 21:09 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Persada Properti kian agresif dalam mengembangkan hunian tapak di portfolio proyeknya, selain pengembangan hunian vertikal yang sudah berjalan. Pembangunan terus dilakukan karena permintaan akan hunian yang akan secara langsung digunakan lebih banyak pada segmen rumah tapak dibandingkan dengan apartemen. Segmen konsumen rumah tapak mayoritas merupakan end-user yang akan menempati secara pribadi. Sedangkan konsumen apartemen masih diburu oleh segmen investor sebagai bisnis sewa properti sehingga memperoleh pemasukan.

Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti, Pulung Prahasto mengatakan, potensi hunian tapak ke depan akan tumbuh stabil, seiring dengan pertumbuhan penduduk. Pihaknya optimis, dengan konsep hunian tapak yang memiliki halaman, serta status kepemilikannya, akan menjadikan hunian ini tetap menjadi pilihan masyarakat, khususnya yang mencari hunian pertama.

"Berbeda segmen dengan hunian vertikal yang rata-rata menjadi pilihan untuk investasi bagi investor, keberadaan hunian tapak merupakan pilihan bagi masyarakat yang mencari hunian untuk ditinggali," kata Pulung di Jakarta.

Saat ini, terdapat beberapa proyek hunian tapak yang tengah dikembangkan yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Proyek tersebut antara lain Taman Dhika Sidoarjo Kota, Taman Dhika Batu Tulis dan yang terakhir adalah The Anggana Village.

"Untuk proyek yang sedang berjalan, yaitu Taman Dhika Sidoarjo Kota, Taman Dhika Batu Tulis dan The Anggana Village, nilai proyek mencapai sekitar Rp 2 triliun. Total nilai tersebut terdiri dari Rp 750 miliar untuk Taman Dhika Sidoarjo Kota, Rp 250 miliar untuk Taman Dhika Batu Tulis, dan Rp 1 triliun untuk The Anggana Village. Konsep hunian tapak yang kami kembangkan, tentu kami sesuaikan dengan kebutuhan konsumen, baik dari sisi penataan lingkungan, kualitas bangunan, fasilitas dan lain-lain," tegasnya.

Untuk Taman Dhika Batu Tulis, saat ini penjualannya sudah mencapai 60 persen. Dikembangkan di atas lahan seluas mencapai 10 Ha dengan jumlah hunian sebanyak 400 unit, kawasan hunian tapak di Bogor ini cukup mendapat respons positif dari masyarakat. Dipasarkan mulai harga Rp 670 juta, kawasan hunian ini menyediakan berbagi tipe sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Senada dengan Taman Dhika Batu Tulis, APP juga tengah mengembangkan hunian tapak di Sidoarjo, Jawa Timur. Hunian tapak yang membidik pasar kelas menengah di Surabaya dan sekitarnya ini, dikembangkan di lahan seluas 30 Ha, dengan harga jual mulai dari Rp 700 juta-an. Total hunian yang akan dibangun mencapai lebih dari 1.200 unit dan penjualannya telah mencapai 70 persen.

Kawasan hunian yang dikembangkan oleh APP selanjutnya terletak di Cibinong, yaitu The Anggana Village, yang dibangun di lahan mencapai 8,5 Ha dan berdekatan dengan Stadion Pakansari. Hunian yang memiliki konsep Smart Living ini akan dilengkapi infrastruktur terintegrasi untuk mendukung penerapan teknologi terkini yang dapat memudahkan kebutuhan para penghuninya. Per unitnya ditawarkan mulai dari Rp 800 juta Rp 1 miliar dan telah terserap sebanyak 45 persen.

Selain proyek tersebut, sebelumnya APP juga telah mengembangkan Taman Dhika Cinere dan Taman Dhika Ciracas pada tahun 2016. Nilai kedua proyek tersebut mencapai hampir Rp 80 miliar dan direspons sangat positif oleh pasar.

"Di tengah lesunya pertumbuhan hunian vertikal, proyek hunian tapak yang kami pasarkan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Terlebih melihat angka penjualan 2019 yang cukup tinggi, membuat kami optimis ke depan bahwa segmen ini masih memiliki potensi yang tinggi untuk ditawarkan kepada masyarakat," tutup Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti, Wahyuni Sutantri.

(mdk/idr)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com