10 Cara Ampuh Atasi Kulit Mengelupas pada Bayi

SEHAT | 24 Januari 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Kondisi kulit yang dialami oleh bayi bisa membuat orangtua menjadi sangat khawatir. Masalah berupa kulit mengelupas terutama bagi bayi yang baru lahir membutuhkan perawatan ekstra untuk mengatasinya.

Dilansir dari Medical News Today, penyebab kulit mengelupas pada bayi bisa beragam. Pertama, karena verniks caseosa atau lapisan lemak berwarna putih yang menyelimuti kulit bayi baru lahir untuk melindungi kulit dari cairan ketuban.

Meskipun tidak segera dibersihkan saat setelah lahir, lapisan alami ini dapat membantu kulit bayi beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim.

Alasan kedua karena bayi lahir lewat 9 bulan. Menurut para ahli, penyebab kulit bayi mengelupas juga berdasarkan waktu lahir.

"Kulit bayi yang lahir prematur atau sebelum 40 minggu mengelupas lebih sedikit dibandingkan bayi yang lahir lewat 40 minggu. Hal ini karena bayi yang menghabiskan lebih banyak waktu dalam rahim memiliki verniks lebih sedikit," jelasnya.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

1 dari 2 halaman

1. Kurangi paparan udara dingin

Suhu dingin sering menyebabkan kulit kering, yang berujung pada pengelupasan kulit.

2. Gunakan humidifier (pelembap ruangan)

Udara yang lembap mencegah kulit kering dan gatal-gatal.

3. Batasi waktu berendam

Terlalu lama berendam akan menghilangkan minyak alami tubuh bayi. Maksimal bayi berendam 10 menit dan hindari memakai sabun keras.

4. Gunakan air suam-suam kuku

Air yang terlalu panas dapat membuat kulit kering. Akan lebih baik apabila mengaplikasikan pelembab setelah mandi.

5. Cobalah mandi oatmeal

Penelitian menunjukkan berendam dengan oatmeal mengurangi inflamasi dan gatal-gatal, yang mencegah bayi garuk-garuk dan kulit mengelupas.

2 dari 2 halaman

6. Lembapkan kulit

Kulit bayi sangat sensitif. Pilih pelembap yang cocok untuk kulit sensitif bayi.

7. Pastikan bayi selalu terhidrasi

Cukupi kebutuhan ASI untuk mencegah kulit mengelupas.

8. Jauhi bahan kimia

Kulit bayi yang sensitif jika terkena sedikit bahan kimia seperti parfum atau sabun beraroma, akan membuat kulitnya iritasi.

9. Pilih baju yang sesuai

Selain tidak menggunakan sabun beraroma, cuci pakaian bayi dengan sabun cuci beraroma. Pilih bahan pakaian yang lembut dan longgar dari bahan alami agar terhindar dari iritasi kulit atau menekan kulit.

10. Buat bayi nyaman

Posisikan bayi agar tidak menekan kulit yang mengelupas dan membuat bayi nyaman.

Kulit mengelupas merupakan hal yang umum terjadi pada bayi baru lahir dan tidak perlu dibawa ke dokter. Namun jika ada tanda-tanda seperti kemerahan, kulit pecah-pecah, gatal, bengkak dan ada demam, segera periksakan ke dokter.

Reporter: Fitri Syarifah
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
6 Makanan yang Pantang Dikonsumsi oleh Anak Usia di Bawah 1 Tahun
Penggunaan Sarung Tangan pada Bayi Sebenarnya Tidak Perlu Dilakukan
Memijat Bayi Bisa Miliki Manfaat Luar Biasa bagi Anak dan Orangtua
Apakah Sebaiknya Melakukan Imunisasi di Dokter Spesialis Anak Dibanding di Posyandu?
Cegukan yang Terjadi pada Bayi Ternyata Memiliki Manfaat Tersembunyi
Bolehkah Anak Disunat Ketika Masih Bayi?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.