10 Penyakit Autoimun yang Paling Umum Dialami Ditemui di Masyarakat

SEHAT | 21 November 2019 08:10 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Sistem imun atau kekebalan tubuh merupakan salah satu pelindung tubuh dari berbagai masalah kesehatan yang mengintai. Namun terdapat penyakit yang justru membuat sistem kekebalan tubuh ini malah menyerang tubuh sendiri.

Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh ini bakal membasmi bakteri dan virus yang membahayakan tubuh. Namun ketika mengalami penyakit autoimun, maka sel tubuh diserang karena dianggap sebagai ancaman.

Terdapat banyak jenis dari penyakit autoimun ini. Perbedaan ini muncul karena ada perbedaan jenis sel atau bagian tubuh yang diserang. Oleh karena itu terdapat banyak variasinya tergantung dari hal tersebut.

Ketika sel tubuh yang sehat mengalami serangan, maka tubuh menjadi rentan menghadapi penyakit dan infeksi. Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut 10 penyakit autoimun yang paling banyak diidap.

1 dari 10 halaman

Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit yang menyerang sendi dan bahkan hingga ke mata, kulit, atau jantung. Rheumatoid arthritis membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri dan menyebabkan keluhan seperti nyeri sendi, bengkak, dan kekakuan yang parah.

Kondisi yang terjadi akibat penyakit ini dapat mengakibatkan kerusakan sendi permanen dan deformitas. Karena banyak menyebabkan radang, maka disarankan untuk mengonsumsi obat anti radang guna mengatasi masalah ini.

2 dari 10 halaman

Giant Cell Myocarditis

Menurut penelitian yang dilakukan di New Jersey tahun 2000, Giant Cell Myocarditis adalah penyakit autoimun yang paling fatal. Gejala dari Giant Cell Myocarditis (GCM) adalah pembengkakan di pergelangan kaki, nyeri dada, jantung berdebar-debar, kelelahan, dan sesak napas.

3 dari 10 halaman

Lupus

Lupus adalah penyakit yang autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dan jaringannya sendiri. Sistem kekebalan tubuh adalah jaringan yang kompleks dari sel yang bekerja secara harmonis untuk mempertahankan tubuh melawan serangan zat asing yang berbahaya untuk tubuh.

Ketika sistem kekebalan tubuh diserang, mikroba dapat menyebabkan infeksi (bakteri, parasit, jamur). Ketika sistem kekebalan tubuh gagal melakukan tugasnya dengan baik, tubuh memproduksi sel T dan antibodi terhadap anti-gen dalam sel dan jaringannya sendiri.

4 dari 10 halaman

Granulomatosis dengan polyangiitis

Penyakit yang juga disebut dengan Wegener Granulomatosis ini menyebabkan peradangan pada pembuluh darah di hidung Anda, sinus, tenggorokan, paru-paru dan ginjal.

Gejala dari granulomatosis dengan polyangiitis membuat kaki jadi mati rasa, munculnya darah dalam urin, batuk berdahak, demam, sesak napas, kulit memar, serta mudah lelah.

5 dari 10 halaman

Multiple Sclerosis

Multiple Sclerosis adalah penyakit jangka panjang yang dapat mempengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik di mata. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah pada penglihatan, keseimbangan, kontrol otot, dan fungsi dasar tubuh.

Efek Multiple Sclerosis sering kali berbeda pada setiap orang yang menderitanya. Beberapa mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan pengobatan yang serius. Lainnya bahkan akan mengalami kesulitan untuk bergerak dan melakukan kegiatan sehari-hari.

MS terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang materi lemak yang disebut myelin, yang membungkus serat saraf untuk melindungi mereka. Tanpa lapisan luar itu, saraf Anda bisa rusak dan jaringan parut dapat terbentuk.

6 dari 10 halaman

Addisons Disease

Addison's Disease memiliki beberapa klasifikasi. Salah satunya adalah Primary Adrenal Insufficiency di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar adrenal. Healthline melaporkan bahwa penyakit ini membuat kelenjar di ginjal mengeluarkan banyak hormon yang menyebabkan kelemahan pada otot, kulit berwarna gelap, penurunan denyut jantung atau tekanan darah, serta mudah lelah.

7 dari 10 halaman

Diabetes Tipe 1

Orang-orang dengan diabetes tipe 1 berada dalam kondisi ketika tubuh tidak membuat insulin sama sekali. Penyebabnya adalah diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun.

Seseorang bisa terlahir dengan kondisi penyakit ini dan biasanya berkembang sejak usia anak-anak. Ketiadaan insulin membuat tubuh tidak memiliki cukup energi sehari-hari. Untuk mengatasinya, disarankan untuk menyuntikkan insulin secara rutin.

8 dari 10 halaman

Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit jangka panjang atau kronis yang menyerang kulit. Pada awalnya, penyakit ini hanya berbentuk ruam kemerahan yang bisa disembuhkan, namun ternyata gejala tersebut merupakan tanda sistem imun tubuh yang overaktif.

Gejala ini terkadang terasa gatal atau perih dan dapat muncul di semua bagian tubuh. Tapi umumnya muncul di lutut, punggung bagian bawah, siku, atau kulit kepala.

9 dari 10 halaman

Alopecia

Sebenarnya, alopecia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut kerontokan rambut. Biasanya, seseorang mengalami alopecia ketika terkena stres. Penelitian menunjukkan bahwa 70 persen dari 500 pasien alopecia mengalami stres.

Dilansir dari WebMD, masalah kesehatan ini disebut timbul ketika tubuh menyerang folikel rambut. Kerusakan yang terjadi tidak permanen namun tidak bisa memunculkan kebotakan, rambut menipis, atau patah-patah.

10 dari 10 halaman

Graves Disease

Graves' Disease adalah penyakit autoimun yang disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan di seluruh kelenjar tiroid. Menurut American Thyroid Association, gejala Gravesâ termasuk hipertiroidisme, penyakit mata, dan masalah kulit.

Jika penyakit ini tidak diobati maka bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa termasuk munculnya penyakit seperti jantung, thyroid storm (dimana detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh naik ke tingkat yang berbahaya), masalah kehamilan, hingga osteoporosis.

Sejumlah penyakit autoimun tersebut cukup umum diidap oleh masyarakat. Perhatikan masalah kesehatan yang kamu alami karena setiap penyakit autoimun memiliki penyembuhan dan perawatan yang berbeda-beda. (mdk/RWP)

Baca juga:
Penyakit Autoimun Tidak Bisa Disembuhkan Namun Bisa Dikendalikan
4 Orang yang Paling Rentan Mengalami Komplikasi Karena Penyakit Flu
Ini Penyebab Mengapa Tubuh Seseorang Terasa Lelah Ketika Sedang Stres
5 Masalah Kesehatan yang Bisa Dialami Wanita Ketika Memiliki Payudara Terlalu Besar
6 Cara Mudah dan Sederhana Mengatasi Tumit dan Kaki Pecah-Pecah
Masalah Gigi yang Dimiliki Seseorang Bisa Jadi Tanda Risiko Masalah Kardiovaskular