10 Tanda Depresi pada Remaja yang Harus Cepat Disadari oleh Orang Tua

10 Tanda Depresi pada Remaja yang Harus Cepat Disadari oleh Orang Tua
ilustrasi remaja depresi. ©2012 Merdeka.com
SEHAT | 3 Desember 2021 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Perubahan mood yang terlalu cepat merupakan sebuah hal yang sangat khas dari remaja. Kondisi ini kadang membuat mereka merasa dikucilkan dan tidak dapat mengikuti lingkungan sekitarnya.

Perubahan mood yang terjadi pada remaja ini tak jarang bisa berdampak munculnya depresi. Hal ini tentu bisa berdampak buruk jika tidak diselesaikan secara cepat.

Kondisi ini kadang kala luput dari perhatian orangtua. Ketika hal ini terjadi, seharusnya orangtua sudah menyadarinya lebih awal agal tidak terjadi masalah lebih lanjut pada putra mereka.

Ketika depresi dibiarkan berlarut-larut, masalah ini bakal bisa berdampak bahkan hingga ke perkembangan mereka. Dilansir dari Your Tango, berikut sejumlah tanda depresi pada remaja yang harus disadari orang tua.

2 dari 3 halaman

Tanda Emosional yang Muncul

1. Mudah marah, sedih, merasa kosong, dan beranggapan bahwa hidup tidak berarti.

2. Kehilangan minat dalam hal olahraga, hobi, atau kegiatan yang biasanya mereka nikmati. Menarik diri dari teman-teman dan keluarga, serta memiliki masalah dalam berhubungan dengan orang lain.

3. Menulis tentang kematian, membuang barang-barang favoritnya, dan sering mengatakan bahwa orang lain lebih baik tanpanya.

4. Kehilangan energi, menarik diri dari lingkungan sosial, menunjukkan tanda-tanda kebosanan, dan tidak mau melakukan kegiatan yang biasa dilakukan.

5. Membuat komentar yang kritis dan sinis terhadap diri mereka sendiri. Memiliki masalah perilaku di sekolah atau di rumah dan terlalu sensitif terhadap penolakan.

6. Performa yang buruk di sekolah, sering tertidur dan tidak berkonsentrasi di kelas, serta sering tidak masuk sekolah.

3 dari 3 halaman

Tanda Fisik yang Muncul

7. Adanya perubahan nafsu makan hingga berat badan menurun secara berangsur-angsur.

8. Sering melakukan kegiatan yang berlebihan di waktu malam, sehingga menyebabkan tidur yang kurang. Pola tidur tidak normal, kadang berlebih dan kadang kurang, diikuti kesulitan bangun di pagi hari.

9. Mengalami kelambatan dalam segi fisik, senang mondar-mandir secara berlebihan atau melakukan perilaku yang repetitif atau berulang-ulang.

10. Seringkali diikuti dengan keluhan fisik, seperti sakit kepala dan sakit perut. Sering berkunjung ke UKS sekolah.

Sejumlah hal bisa menjadi penyebab terjadinya depresi pada remaja. Mengetahui penyebab dari masalah ini merupakan hal yang patut dilakukan orangtua.

Mengetahui penyebab terjadinya depresi ini bisa membantu memecahkan masalah ini secara cepat. Penting bagi orangtua untuk lebih jelas mengetahuinya dan membicarakan terlebih dahulu masalah yang dialami putra mereka ini. (mdk/RWP)

Baca juga:
Penggunaan Media Sosial Bisa Jadi Penyebab Munculnya Depresi
Cara Jaga Kesehatan Mental agar Tubuh Bisa Tangkal Covid-19
Ketahui 11 Komorbid yang Rentan Dialami Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur
Konsumsi Meniran, Kunyit dan Daun Kelor untuk Perkuat Kekebalan Tubuh di Masa Pandemi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami