3 Bahaya yang Muncul dari Konsumsi Daging Anjing

3 Bahaya yang Muncul dari Konsumsi Daging Anjing
Ilustrasi anjing. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Amy Rene
SEHAT | 12 Desember 2018 09:33 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Selain sebagai teman manusia yang paling setia, beberapa daerah di Indonesia menjadikan anjing sebagai teman penghilang rasa lapar. Beberapa daerah ini memiliki budaya untuk mengonsumsi daging anjing sebagai salah satu menu makanan mereka.

Pada beberapa kota di Indonesia, daging anjing in bahkan dijual di pasar serta terdapat beberapa penjual makanan dengan olahan daging anjing yang bertebaran. Walau begitu, tahukah kamu bahwa sebenarnya daging anjing cukup berbahaya untuk dikonsumsi? Dilansir dari One Green Planet, inilah tiga bahaya mengonsumsi daging anjing.

1. Rabies

Salah satu bahaya terbesar dari mengonsumsi daging anjing adalah penyebaran rabies dari hewan kepada manusia. Di Filipina, setidaknya 10.000 anjing dan 300 orang terbunuh karena rabies.

Walaupun vaksinasi anjing sudah digalakkan, tetapi penyebaran dan perpindahan anjing liar yang cukup masif membuat pengawasan dan pencegahan rabies masih sulit dilakukan. Konsumsi daging anjing merupakan salah satu penyebab utama menularnya penyakit rabies ke tubuh manusia jika daging tersebut tidak dimasak dengan benar. Selain itu, orang yang memasak daging anjing ini juga dapat ikut tertular rabies.

2. Kebal terhadap antibiotik

Anjing yang dikonsumsi banyak berasal dari anjing liar atau peternakan yang tidak layak. Sebagian besar peternakan anjing ini memiliki lingkungan yang tidak sehat, tempat tinggal anjing yang tidak layak, dan makanan yang tidak sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan anjing.

Selain itu banyak anjing juga diberikan antibiotik dan dan vaksin yang berlebih untuk mencegah munculnya penyakit. Besarnya kandungan antibiotik pada daging anjing ini berbahaya bagi manusia.

Ketika manusia mengonsumsi daging anjing tersebut maka sistem kekebalan tubuh mereka akan berubah dan penuh dengan antibiotik. Jika suatu saat mereka sakit, maka penyakit di tubuh mereka tidak akan mempan diobati dengan menggunakan antibiotik.

3. Berbagai macam penyakit dari bakteri

Infeksi penyakit yang berasal dari bakteri seperti anthrax, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis dapat ditularkan melalui daging anjing yang dikonsumsi manusia. Kolera juga dapat disebarkan melalui daging anjing.

Sebelumnya konsumsi daging anjing yang masif dari Vietnam telah menyebabkan meluasnya wabah kolera. Memakan daging anjing disebut dapat meningkatkan potensi terinfeksi bakteri hingga 20 kali lipat.

Mengingat berbagai macam penyakit yang mungkin menular dari daging anjing, sebaiknya kamu hindari untuk mengonsumsi daging ini. (mdk/RWP)

Baca juga:
Bagaimana agar kita tidak keracunan atau terjangkit cacing gara-gara sushi mentah?
BPOM mengimbau para pedagang makanan untuk tidak menjual makanan yang berbahaya
Bali mulai larang rumah makan sajikan menu masakan daging anjing
Makanan yang tidak boleh dimakan para atlet

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami