4 Tanda yang Ditunjukkan Bayi ketika Mulai Siap Mengonsumsi MPASI

4 Tanda yang Ditunjukkan Bayi ketika Mulai Siap Mengonsumsi MPASI
Ilustrasi bayi makan. ©Shutterstock.com/gresei
SEHAT | 29 November 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada saat bayi memasuki usia enam bulan, dia mulai bisa memperoleh Makanan Pendamping ASI (MPASI). Pada usia ini, Air Susu Ibu (ASI) eksklusif tidak dapat 100 persen memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Pada umumnya, MPASI bisa dimulai saat bayi berusia enam bulan. Namun, bila ada indikasi medis dan tanda bahwa bayi siap makan, dokter bisa saja menyarankan pemberian MPASI setelah bayi berusia lebih dari empat bulan.

"Pemberian MPASI yang ideal itu ketika bayi berusia sekitar enam bulan, ketika ia sudah mendapatkan ASI eksklusif. Atau bisa juga di atas empat bulan, jadi lebih maju tapi tidak apa (asal mendapat rekomendasi dokter)," kata dokter spesialis anak Pingkan Palilingan.

Selain usia, perlu juga diperhatikan tanda siap makan MPASI pada bayi. Berikut seperti disampaikan dokter Pingkan:

1. Ada kontrol kepala sehingga kepala bayi tetap tegak dan stabil saat didudukkan.

2. Sudah bisa duduk walau dengan bantuan.

3. Refleks menjulurkan lidah sudah berkurang atau melemah.

4. Tertarik terhadap makanan ketika orang lain makan.

2 dari 2 halaman

Tips agar Lancar MPASI

Pingkan mengingatkan bila sudah memulai MPASI, orangtua atau pengasuh mesti paham dalam pengelolaan pemberian MPASI. Syarat pemberian MPASI adalah adekuat artinya MPASI harus dapat memenuhi kebutuhan zat gizi mikro dan zat gizi makro bayi sesuai usianya.

Tips Lain yang Patut Diperhatikan

Selain itu, berikut tips lain dari dokter Pingkan terkait MPASI:

1. Jadwal makan harus teratur

"Jadwal makan jangan berubah-ubah, nanti bayi bingung. Jadwal makan dibuat agar anak mengenal konsep kenyang dan lapar. Misalnya dia sudah lapar enggak dikasih makan tapi ketika kenyang dikasih makan. Hal ini membuat bayi bingung," katanya.

2. Jangan diberi minum terlalu banyak

"Jangan dikasih banyak minum baru makan, nanti bayi bisa kenyang duluan. Jadi, biarkan makan dulu baru minum," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberi saran.

3. Jangan paksa anak makan

"Jangan memaksa anak makan nanti bisa trauma atau stres sang bayi. Hal ini bikin dia setiap makan enggak happy," katanya.

4. Waktu makan maksimal 30 menit

"Batasi waktu makan antara 15-30 menit. Kalau waktunya sudah habis ya harus setop jangan bikin lama jadi satu jam. 30 menit belum habis ya sudahi. Karena selanjutnya bakal masuk makanan atau susu," ujarnya.

5. Suasana makan harus happy baik bayi dan ibu/ayah atau pengasuh

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Sunat pada Laki-Laki Sebaiknya Sudah Dilakukan sejak Bayi
Miliki Peran Besar Bagi Kesehatan, Kompetensi Lakukan Sunat Terus Didorong Lebih Baik
Diabetes Sejak Usia Dini Bisa Jadi Penyebab Penyakit Tidak menular Lain
Sering Disalahpahami, Anak Kurus Ternyata Juga Bisa Mengalami Diabetes
Ketahui Seberapa Sering Popok Anak Harus Diganti

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami