5 Cara Menjaga Hubungan Romantis dengan Pasangan Selama Pandemi Corona

5 Cara Menjaga Hubungan Romantis dengan Pasangan Selama Pandemi Corona
SEHAT | 27 Oktober 2020 23:20 Reporter : Titah Mranani

Merdeka.com - Pandemi covid-19 yang menyebabkan orang harus di rumah saja membuat banyak sekali perubahan. Para pekerja yang harus WFH (Work From Home) pada masa PSBB yang diterapkan di sejumlah daerah, memberikan efek suka ataupun duka, terutama pada pasangan suami istri. Keadaan ini membuat pasangan suami istri harus berpapasan sertiap waktu.

Bagian paling menyenangkan mungkin terasa saat awal PSBB, ketika suami dan istri memiliki banyak waktu untuk terus bersama di rumah. Karena setiap harinya memiliki kegiatan masing-masing di waktu dan hari kerja. Tetapi, semakin seringnya bertemu juga bisa menimbulkan cekcok dan pertengkaran kecil hingga besar. Untuk itu, simak tips berikut untuk tetap menjaga keharmonisan rumah tangga selama pandemi, seperti yang dikutip dari halodoc.com.

1. Tetapkan waktu bekerja seefektif mungkin

Jika kamu dan pasangan sama-sama bekerja dari rumah, buat batasan jam kerja dan waktu untuk dihabiskan bersama. Bisa dengan membuat jam kerja seperti saat bekerja di kantor. Membuat jam kerja yang lebih efektif dan disiplin akan menyisakan waktu yang bisa digunakan untuk keluarga. Jika tidak membuat batasan waktu, kamu akan tenggelam dalam pekerjaan, karena tidak ada batasan jam kerja, jam istirahat, waktu selesei kerja, bahkan terkadang hari liburpun kita gunakan untuk bekerja. Jadi, pastikan untuk membuat jam kerja seefektif mungkin ya.

2. Rencanakan refreshing dengan cara yang aman di hari libur

Jika biasanya kita refreshing dengan liburan ke tempat yang menyenangkan. Selama pandemi ini refreshing yang bisa kita lakukan dengan pasangan yaitu jalan-jalan ataupun berolahraga di sekitar rumah, misalnya saja ke taman. Tetapi, jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan ya.

Baca Selanjutnya: 3 Bermain bersama anak...

Halaman

(mdk/ttm)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami