9 Mitos Vs Fakta Pada Penyakit Jantung yang Jarang Diketahui

SEHAT | 13 November 2019 17:29 Reporter : Billy Adytya

Merdeka.com - Mitos vs fakta pada penyakit jantung seringkali menjadi bahan perdebatan oleh masyarakat. Penyakit ini sendiri adalah gangguan pada jantung yang dapat mempengaruhi fungsinya.

Anda mungkin merupakan seorang yang banyak melakukan aktivitas setiap hari, namun apakah Anda tahu bahwa jantung bekerja setiap waktu? Jantung adalah organ terpenting dalam tubuh yang berfungsi sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh dan membantu mengangkut oksigen serta nutrisi ke jaringan. Jantung juga membantu menghilangkan karbon dioksida serta limbah lain yang ada dalam tubuh.

Tak jarang banyak masyarakat berdebat mengenai mitos vs fakta pada penyakit jantung. Macam-macam penyakit jantung antara lain seperti jantung koroner yaitu penyempitan pembuluh darah di jantung, lalu ada penyakit jantung bawaan lahir (biasanya terjadi kebocoran pada katup jantung), infeksi jantung (terjadi pada lapisan dalam jantung), gagal jantung (kegagalan otot jantung guna memompakan darah ke seluruh tubuh), dan aritmia (gangguan irama jantung).

Banyak mitos yang sudah melekat pada pikiran masyarakat tentang penyakit jantung. Namun tahukah Anda faktanya? Berikut 9 mitos vs fakta pada penyakit jantung:

1 dari 6 halaman

Mitos: Wanita Muda Tidak Berisiko Terserang Penyakit Jantung

Faktanya, menurut American Heart Association, penyakit jantung dapat berpengaruh pada wanita di semua umur. Terutama wanita dengan usia lebih muda yang sudah mengonsumsi pil KB dan aktif merokok.

Hal ini meningkatkan risiko mereka terserang penyakit jantung dengan presentase sebesar 20 persen. Selain itu, jika Anda menjalani gaya hidup dengan aktivitas yang minim, dapat terjadi penumpukan plak sehingga menyumbat pembuluh darah.

2 dari 6 halaman

Mitos: Penyakit Jantung Lebih Umum Terjadi Pada Pria

Fakta menunjukkan, wanita lebih mungkin terkena penyakit jantung daripada pria, menurut American Heart Association. Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian pada wanita di atas usia 65 tahun.

Didukung oleh pernyataan National Institute on Aging yang mengatakan bahwa orang dengan usia 65 tahun atau lebih, berada pada tingkatan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung lainnya.

Mitos: Diabetes Tak Sebabkan Penyakit Jantung Jika Gunakan Obat Diabetes

Faktanya, mengonsumsi obat diabetes itu mengurangi kadar gula darah dan mencegah komplikasi antara lain kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit ginjal dll. Namun, kadar gula darah yang berkurang akan menimbulkan efek samping pada pembuluh darah besar menjadi meradang dan sakit. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung.

3 dari 6 halaman

Mitos: Pemilik Riwayat Penyakit Jantung Dari Keluarga Tak Dapat Cegah Penyakit

Fakta menunjukkan, meskipun Anda orang dengan riwayat penyakit jantung dari keluarga adalah orang yang sangat mungkin terkena penyakit jantung. Anda juga dapat mencegah dengan mengambil beberapa langkah menurunkan risiko. Antara lain seperti olahraga, makan makanan yang dapat menyehatkan jantung, mengontrol kolesterol, tekanan darah, dan menjaga berat badan. Serta hindari merokok.


4 dari 6 halaman

Mitos: Berhenti Merokok Tak Dapat Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Fakta mengatakan saat Anda berhenti merokok, maka tubuh akan berfungsi dengan sangat baik. Menurut Harvard Health, dengan hanya berhenti merokok satu tahun saja, akan membuat risiko terkena serangan jantung menurun hingga 50 persen.

Mitos: Penyakit Jantung Bisa Dikurangi Dengan Vitamin dan Suplemen

Faktanya, penyakit jantung hanya dapat dicegah ketika Anda melakukan perubahan gaya hidup lebih sehat seperti, tidak merokok, diet sehat, tetap aktif secara fisik. The American Heart Association mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan penggunaan suplemen maupun vitamin untuk pencegahan penyakit jantung.

5 dari 6 halaman

Mitos: Jika Punya Penyakit Jantung Tak Boleh Konsumsi Banyak Lemak

Fakta mengatakan, memang diet rendah lemak jenuh memang disarankan untuk penderita penyakit jantung. Namun, lemak tak jenuh pada makanan seperti, lemak ikan, alpukat, minyak nabati dan kacang-kacangan sangat bermanfaat juga untuk jantung. Dengan mengonsumsi ikan dua kali seminggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Mitos: Wanita Aktif Tak Berisiko Penyakit Jantung

Fakta menunjukkan, tetap aktif secara fisik bukan berarti Anda akan bebas dari penyakit jantung. Wanita yang berolahraga secara teratur dapat memiliki risiko lain yang dapat menyebabkan penyakit jantung seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan merokok.

6 dari 6 halaman

Mitos: Jika Tidak Memiliki Gejala, Anda Tak Menderita Penyakit Jantung

Fakta dari American Heart Association, 64 persen wanita yang meninggal mendadak karena penyakit jantung tidak memiliki gejala sebelumnya, karena fakta bahwa tanda-tandanya sangat berbeda dengan pria. Pemeriksaan kesehatan harus selalu dilakukan secara teratur untuk memastikan Anda tidak memiliki kesehatan yang ada kaitannya dengan jantung.

Tanda Kemungkinan Penyakit Jantung:

Ruam berwarna kuning kemerahan pada kulit
Kekuatan menggenggam yang buruk
Bintik gelap di bawah kuku
Pusing berlebihan
Kurangnya nafsu dalam masalah seksual
Perbedaan warna kulit pada anggota badan
Gusi berdarah
Lesi kulit gelap dan beludru
Sulit bernapas
Kaki bengkak
Rasa lelah

(mdk/bil)