Amankah Memanasi Opor Hingga Berkali-Kali di Momen Lebaran?

Amankah Memanasi Opor Hingga Berkali-Kali di Momen Lebaran?
SEHAT | 26 Mei 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Santan merupakan salah satu bumbu makanan yang paling banyak dipakai untuk dimasak di kala Lebaran tiba. Dalam penyajiannya, makanan berbahan santan ini kerap dipanasi berkali-kali hingga beberapa hari. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa makanan ini selanjutnya bakal bahaya untuk dikonsumsi.

Anggapan tersebut dinilai wajar oleh Prof Dr Ir Ali Khomsan MS. Namun, guru besar gizi masyarakat dan sumber daya keluarga dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menekankan bahwa sebenarnya makanan yang disantap di Hari Raya Idulfitri yang biasanya bertahan selama dua sampai tiga hari, masih aman untuk disantap.

"Ketika kita masak opor yang bisa bertahan sampai tiga hari, makanan itu secara keamanan masih bisa dimakan. Dia tidak mengalami kontaminasi yang menyebabkan bahaya dari kuman," kata Prof Ali saat berbincang dengan Health Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Hanya saja dari aspek nutrisi, ketika makanan khas Lebaran itu dihangatkan berkali-kali selama pekan hari raya, tentu ada proses penurunan nilai gizi. Terutama sejumlah vitamin yang mudah rusak karena proses pemanasan.

1 dari 1 halaman

Vitamin yang Tetap Ada

Menurut Ali, deretan vitamin yang relatif aman itu adalah vitamin A, D, E, dan K. Selain yang disebutkan itu, relatif tidak aman terhadap pemanasan.

"Tetapi proteinnya masih cukup, dan lemaknya juga masih oke," ujarnya.

Bila ditelisik lebih jauh, memang hal-hal positif dari makanan semacam opor ayam, rendang, atau santapan berbahan santan yang biasanya cuma ada saat Idulfitri akan berkurang. Akan tetapi tidak signifikan.

"Jadi, menurut saya itu tidak apa-apa, masih bisa dikonsumsi," katanya.

Lagipula, lanjut Ali, karena pengaruh budaya yang masih kental menyebabkan makanan-makanan tertentu harus ada pada saat Lebaran. Yang di hari lain mungkin tidak perlu disediakan.

"Enggak apa-apa. Makan saja. Toh di hari keempat pola makan kita sudah normal kembali. Makan makanan tinggi lemak itu paling lama juga tiga hari. Tidak usah takut," tandas Ali.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
6 Makanan dan Minuman yang Bisa Memperburuk Gejala Diare yang Dialami Seseorang
5 Makanan dan Minuman yang Bisa Jadi Penyebab Terjadinya Kondisi kulit Berminyak
5 Makanan yang Bisa Membantu Menghilangkan Kram Otot dengan Seketika
4 Larangan yang Harus Diketahui dalam Mengonsumsi Cuka Apel
6 Cara Penuhi Nutrisi Selama Bulan Puasa, Pastikan Konsumsi Makanan Bergizi
Susu Bisa Jadi Pilihan Minuman yang Tepat dan Menyehatkan untuk Berbuka Puasa
5 Manfaat Sehat yang Bisa Diperoleh dari Buah-Buahan Khas Negara Tropis

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5