Apakah Pasien Hepatitis A Harus Konsumsi Makanan Manis dan Pantang Makanan Berlemak?

SEHAT | 9 Desember 2019 11:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Hepatitis A merupakan penyakit infeksi hati yang menular dan terjadi karena virus. Penyakit hepatitis ini bisa menyerang orang pada segala usia termasuk pada anak-anak.

Sebagian orang yang besar di era 1980 sampai 1990 kemungkinan pernah merasakan minum sirup tinggi gula saat dia terkena sakit kuning atau hepatitis A. Sirup tinggi gula ini pada zaman itu dikenal dengan sirup sarang sari. Minuman manis tersebut kerap dijadikan buah tangan ketika hendak menjenguk siapa saja yang diketahui sakit hepatitis.

Disadari atau tidak, kebiasaan seperti itu masih terjadi sampai sekarang. Kepercayaan bahwa orang dewasa atau anak yang dirawat dengan hepatitis A harus mengonsumsi makanan dan minuman manis, sudah tertancap di kepala.

Hepatitis A yang banyak dipahami sebagai sakit kuning dikatakan Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr dr Irsan Hasan SpPD KGEH, tidak ada antivirusnya sampai sekarang.

Pasien hepatitis A pun tidak perlu juga diberikan antibiotik atau antivirus, karena obat untuk sembuh dari penyakit ini hanya satu, yaitu istirahat.

"Kadang-kadang masih beredar mitos zaman nenek kita dulu, kalau sakit kuning harus minum sarang sari satu botol sehari. Sehingga ada anggapan, orang yang hepatitis harus makan dan minum yang manis-manis. Itu sama sekali salah," kata Irsan di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat pada Rabu, 4 Desember 2019.

1 dari 1 halaman

Anggapan Lain Tentang Hepatitis A

Menurut Irsan, salah juga anggapan yang menyebut pasien hepatitis A tidak boleh makan makanan berlemak dan berminyak. Jelas, itu salah besar.

"Yang dianjurkan adalah makan bergizi," katanya.

"Hanya memang karena saking mualnya, saking enegnya kalau makan berminyak dia tambah eneg. Kalau seperti itu harus dikurangi," Irsan menambahkan.

Dikurangi bukan berarti tidak boleh sama sekali. Bahkan, kalau pasien punya kemampuan menyantap semua makanan, silakan saja.

"Tidak ada larangannya. Penelitian bahwa menunjukkan bahwa orang yang berpantang-pantang lemak atau minyak, justru lebih lama sembuhnya ketimbang orang yang makannya biasa," tandasya.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Kenali Cara Penularan Berbagai Jenis Hepatitis dan Cara mengatasinya
Hepatitis B Bisa Ancam Kesehatan Ibu dan Anak, Lakukan Pencegahan Sebelum Kehamilan
Pasien Hepatitis A Bisa Sembuh Secara Sempurna Asal dengan Cara Tepat
Penderita Hepatitis A Tidak Akan Berubah Menjadi Hepatitis B Karena Virus yang Beda
Kenali Gejala Hepatitis A yang Bisa Muncul pada Anak-anak
Ini Hal yang Harus Dilakukan Agar Tak Tertular Penyakit Hepatitis A

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.