Aspirin, pertolongan pertama serangan jantung mendadak

Aspirin, pertolongan pertama serangan jantung mendadak
SEHAT | 26 September 2012 22:08 Reporter : Rizqi Adnamazida

Merdeka.com - Serangan jantung adalah salah satu pembunuh utama manusia. Sebab jika tidak ditangani dengan segera, penderita bisa langsung meninggal. Namun aspirin disebut sebagai solusi dan diandalkan untuk menangani pertolongan pertama pada serangan jantung mendadak.

Seperti yang dilansir dari heartdisease.about.com, serangan jantung sebenarnya dipicu oleh pecahnya plak dalam pembuluh darah arteri koroner. Pecahnya plak pun menyebabkan pembekuan darah dan arteri menjadi tersumbat. Pada akhirnya, bagian otot jantung yang membutuhkan suplai dari arteri kemudian mati.

Dr Virend Somers dari Mayo Clinic menyebutkan kalau serangan jantung sering terjadi di pagi dan siang hari. Namun jika serangan jantung menyerang di malam hari saat penderita sedang tidur, mungkin ada yang salah dalam dirinya. Misalnya saja gara-gara apnea tidur.

Untuk memberi pertolongan pertama pada serangan jantung di pagi hari, penderita disarankan mengonsumsi aspirin. Setelah itu, segera hubungi ahli medis untuk penanganan lebih lanjut.

Proses detailnya seperti ini, serangan jantung biasanya berkaitan dengan masalah pembekuan darah dalam arteri. Pembekuan darah tersebut pun tergantung pada trombosit. Namun ketika mengonsumsi aspirin dalam dosis kecil, rupanya aktivitas platelet bisa dihambat dengan cepat. Sehingga terjadinya pembekuan darah akan lebih lambat.

Saran rekomendasi untuk penderita yang terkena serangan jantung adalah mengunyah sebutir aspirin. Sebab mengunyah dianggap lebih cepat terserap oleh pembuluh darah daripada meminumnya dengan air, demikian seperti yang dikutip dari health.harvard.edu.

Setelah minum aspirin, segera hubungi ahli medis. Sembari menunggu, sebaiknya penderita duduk dan hindari posisi berbaring.

Ada beberapa gejala serangan jantung selain rasa nyeri pada lengan kiri. Misalnya nyeri pada dagu, mual, berkeringat, atau rasa sakit pada dada. Meskipun ada juga penderita serangan jantung yang tidak merasakan sakit sedikitpun pada dadanya.

Ada orang yang terbangun dari tidur karena rasa sakit di dada, itulah serangan jantung. Namun sebanyak 60 persen dari penderita tidak bisa merasakan sakit sama sekali. Serangan jantung pun membunuh mereka dalam tidur. (mdk/riz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami