Awas, pria selingkuh rentan kena serangan jantung!

Awas, pria selingkuh rentan kena serangan jantung!
SEHAT | 24 Mei 2012 12:34 Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Berdasarkan laporan Daily Mail, penelitian baru di University of Florence menemukan bahwa kematian mendadak lebih sering terjadi saat pria melakukan seks di luar pernikahannya dan pada suasana yang asing daripada saat melakukan seks dengan pasangannya di rumah.

Peneliti menemukan bahwa perselingkuhan di luar rumah berkaitan dengan risiko masalah kardiovaskular yang tinggi, termasuk serangan jantung yang fatal. Serangan jantung lebih jarang ditemui saat seorang pria melakukan hubungan seks dengan istrinya pada suasana biasa.

Meskipun mereka tidak dapat menunjukkan alasan yang jelas mengenai keterkaitan ini, namun peneliti memberikan sejumlah alasan logis, termasuk rasa bersalah dan stres yang dirasakan oleh pria terkait hubungan gelap yang ditutupinya, serta usahanya untuk memenuhi tuntutan kekasihnya yang lebih muda.

"Seks pada perselingkuhan bisa jadi berbahaya dan menyebabkan stres karena pasangan selingkuh yang biasanya lebih muda dan melibatkan minum-minum atau makan yang berlebihan," kata peneliti Dr Alessandra Fisher seperti dilansir oleh Huffington Post. "Kemungkinan besar seks yang dilakukan dengan pasangan selingkuh pada suasana dan lingkungan yang asing dapat meningkatkan tekanan darat dan detak jantung. Ini akan mengakibatkan kebutuhan oksigen yang meningkat.

Ini bukan pertama kalinya perselingkuhan dikaitkan dengan masalah jantung. Pada penelitian di bulan Januari 2012, Centers for Disease Control and Prevention menganalisa laporan kematian 5.559 orang yang diakibatkan komplikasi jantung dan menemukan bahwa 75% yang meninggal saat berhubungan seks, melakukannya pada saat berselingkuh.

Selain itu pada tahun 2009 peneliti Italia menemukan bahwa pria yang berselingkuh dalam waktu yang lama lebih rentan terkena penyakit jantung yang serius dibandingkan dengan pria lain. (mdk/kun)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami