Bayi sebaiknya disapih di usia lima bulan?

SEHAT | 11 Juli 2013 14:09 Reporter : Rizqi Adnamazida

Merdeka.com - Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terlalu cepat atau lambat menyapih bayi bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 1 saat mereka dewasa.

Secara detail, menyapih terlalu cepat atau usia bayi kurang dari empat bulan bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 1 sebesar dua kali lipat. Sementara jika terlalu lambat atau usia bayi lebih dari enam bulan membuat risiko diabetes tipe satu meningkat tiga kali lipat.

Hasil penelitian dari University of Colorado itu pun seolah bertabrakan dengan panduan kesehatan dari panduan National Health Service di Amerika yang menyarankan bayi perlu disapih saat usianya menginjak bulan keenam.

Peneliti lantas menyimpulkan kalau waktu aman untuk menyapih bayi adalah di antara usia empat dan lima bulan. Pada usia tersebut, bayi masih boleh minum asi tetapi sudah mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping lain.

Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, diabetes tipe 1 sendiri terjadi ketika sistem pertahanan tubuh justru menyerang pankreas yang menghasilkan insulin.

"Waktu menyapih yang terlalu cepat atau lambat ternyata berkaitan erat dengan risiko penyakit autoimun, yaitu diabetes tipe 1. Jadi kami menyarankan agar para ibu sebaiknya mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI ketika bayi berusia empat atau lima bulan demi menurunkan risiko tersebut," papar peneliti Brittni Frederiksen.

Meskipun demikian, direktur Diabetes UK, Dr Alasdair Rankin, yang tidak terlibat dalam penelitian menyebutkan kalau riset lebih lanjut sebaiknya tetap dilakukan untuk memastikan hal tersebut.

Penelitian tentang waktu menyapih bayi dan risiko diabetes tipe 1 kemudian dilaporkan dalam jurnal JAMA Paediatrics.

Baca juga:
Jumlah sperma bisa menurun gara-gara ibu?
Anak hasil bayi tabung berisiko menderita autis?
Makan ikan salmon saat hamil turunkan risiko autis pada bayi
6 Cara alami mengatasi depresi untuk ibu hamil
Hindari 5 makanan ini saat hamil!

(mdk/riz)

TOPIK TERKAIT