Begini Cara Aman untuk Berolahraga di Tengah Kepungan Kabut Asap

SEHAT | 19 September 2019 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Kabut asap yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia telah mengakibatkan masyarakat kesulitan untuk beraktivitas. Hal ini terutama mereka alami pada aktivitas luar ruangan seperti berolahraga.

Walaupun kabut asap yang pekat mengepung, masyarakat tetap bisa berolahraga dengan sehat. Yang perlu menjadi pertimbangan, olahraga bukan dilakukan di luar ruang (outdoor), melainkan di dalam ruang (indoor).

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga Hario Tilarso, bila ingin tetap berolahraga di kala kabut asap yang terlihat pekat di luar ruang bisa dilakukan, tapi Anda berolahraga dalam ruangan.

"Kalau mau tetap olahraga bisa kok olahraga indoor, bukan di outdoor. Banyak sekali olahraga yang dilakukan, salah satunya nge-gym. Anda bisa memanfaatkan berbagai macam alat-alat olahraga di dalam gym. Cara ini tetap bisa membuat Anda sehat," kata Hario kepada Health Liputan6.com.

1 dari 2 halaman

Olahraga Bisa Dilakukan dalam Ruangan

Aktivitas fisik yang sederhana, seperti push up dan sit up juga bisa dilakukan di dalam rumah. Hario tidak menganjurkan olahraga di luar ruang bila kondisi penuh kabut asap. Ini karena olahraga yang sehat harus dilakukan dalam udara yang bersih dan oksigen cukup.

"Saat olahraga kita butuh banyak oksigen (untuk membantu lancarkan aliran darah). Di lingkungan yang penuh kabut asap, udara beracun (yang lebih banyak kadar karbon dioksida) dan partikel berbahaya bisa terhirup. Sangat tidak efisien berolahraga di luar ruang meski pakai masker sekalipun. Karena olahraga tetap butuh oksigen," lanjut Hario yang berpraktik di RS Premier Bintaro di Tangerang Selatan.

Hario menambahkan, ketika berolahraga di dalam ruang, pastikan ruangan tersebut dipasang AC. Cara ini membuat seseorang nyaman berolahraga. Udara juga lebih sejuk.

2 dari 2 halaman

Ada Suhu Tepat untuk Olahraga

Melansir laman Livestrong, suhu ideal untuk berolahraga di dalam ruang antara 20 dan 22 derajat Celcius.

"Jika Anda berolahraga di dalam ruangan, usahakan suhu udara dalam kisaran 20 dan 22 derajat Celcius. Suhu tersebut termasuk suhu optimal bagi kebanyakan orang untuk olahraga indoor," jelas ahli fisiologi olahraga dan direktur kebugaran Duke University Diet and Fitness Center, Gerald Endress.

Bahkan ada juga pusat kebugaran yang menggunakan kipas angin pribadi selama pengunjung berolahraga. Embusan angin dingin dari kipas angin dapat membantu sweater yang berat merasa nyaman dan sejuk digunakan di lingkungan bersuhu 20 derajat Celcius.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Benarkah Olahraga Teratur Bisa Membantu Mengusir Bau Mulut?
Berapa Sih Sebenarnya Jumlah Push-Up yang Ideal Kamu Lakukan?
Benarkah Kita Tak Boleh Langsung Minum Air Putih Setelah Berlari?
5 Cedera yang Paling Umum Kamu Alami Ketika Berolahraga
6 Manfaat Kesehatan yang Bisa Diperoleh dari Melakukan Olahraga Bela Diri