Benarkah Operasi Caesar Bisa Membuat ASI Jadi Tak Lancar?

SEHAT | 3 Desember 2019 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Bagi banyak orang, operasi caesar disebut berhubungan dengan berbagai masalah yang mungkin muncul di kemudian hari. Salah satu mitos kesehatan yang banyak dipercaya masyarakat adalah bahwa operasi caesar bisa membuat Air Susu Ibu (ASI) menjadi tidak lancar. Benarkah?

Liputan6.com menanyakan keterkaitan operasi caesar dengan derasnya ASI ke dokter konselor laktasi, Ameetha Drupadi. Rupanya, ASI susah keluar pada ibu yang melahirkan secara operasi caesar itu cuma mitos. Proses persalinan yang dilakukan oleh ibu tidak memengaruhi keluarnya ASI.

"Sama saja. Begitu bayi udah lahir, hormon menyusui sudah meningkat," kata Ameetha.

"Jadi, jangan khawatir nanti yang lahiran caesar, tetap bisa menyusui," katanya sambil tersenyum.

Menurut Ameetha, perbedaan hanya pada saat aktivitas ibu saja yang lebih terbatas pada ibu yang melahirkan anak secara caesar. Ibu yang melahirkan secara caesar harus menjalani bed rest 24 jam, sehingga bakal sulit untuk bergerak termasuk ke kiri dan ke kanan.

"Sementara yang melahirkan normal, saat persalinan sakit tapi besok sudah bisa berdiri, duduk. Jadi, lebih gampang saat menyusui," kata dokter yang sehari-hari praktik di Mayapada Hospital Jakarta Selatan ini.

1 dari 1 halaman

Agar ASI Keluar

Terlepas dari jenis proses persalinan, agar ASI cepat keluar pastikan dengan melakukan inisiasi menyusu dini (IMD). Biarkan sang bayi mencari dan menjilat puting ibu satu jam pascamelahirkan.

"IMD merangsang ASI lebih banyak sehingga meningkatkan keberhasilan menyusui lebih baik," katanya.

Lalu, meski ASI belum juga keluar, biarkan bayi menyusu langsung. Saat bayi menyedot area areola dan puting, bakal merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga ASI akan terangsang.

"Kalau bayi nyusu sampai areola, itu akan deres, kalau cuma puting cuma setetes-tetes keluarnya," kata Ameetha.

Selain teknik pelekatan dan frekuensi menyusu, suasana hati ibu juga punya pengaruh besar terhadap produksi ASI.

"Memang di awal-awal usai melahirkan itu banyak faktor stres, bikin mood ibu berubah. Kalau ibu kesel, enggak happy, ASI lebih sedikit keluarnya. Maka, ibu happy saja, jangan stres," saran Ameetha.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
ASI Memiliki Peran Sangat Penting Bagi Bayi yang Lahir Prematur
Ini 3 Kunci Sukses Menyusui yang Penting Diketahui
5 Cara Memperlancar Asi Secara Alami, Mudah Dipraktikkan
Produksi ASI Tidak Dipengaruhi Ukuran Payudara dan Bentuk Puting
Ini Waktu Kapan ASI Ibu Baru Melahirkan Bakal Keluar Lebih Deras