Berpikir Terlalu Pendek Bisa Buat Usia Kamu Menjadi Lebih Pendek

SEHAT | 2 November 2019 12:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Banyak orang yang setiap hari berpikir secara keras baik untuk belajar atau bekerja. Hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka sehari-hari dan juga rutinitas mereka.

Walau begitu, ternyata berpikir terlalu keras bisa memberi dampak yang cukup besar pada otak. Dilansir dari NY Post, diketahui bahwa berpikir terlalu keras ternyata bisa memperpendek usia.

Hal ini tentu saja berkebalikan dengan pandangan yang ada sebelumnya. Banyak orang menganggap bahwa tetap aktif secara mental hingga usia tua bisa membuat otak tetap sehat.

Hasil penelitian mengejutkan ini telah diterbitkan pada jurnal Nature. Temuan ini didapat setelah peneliti menganalisis jaringan otak setelah kematian. Mereka membandingkan orang yang hidup hingga usia 100 tahun dan mereka yang meninggal pada usia 60an hingga 70an.

Tim dari Harvard Medical School menemukan bahwa mereka yang hidup snagat tua, seseorang yang meninggal pada usia lebih mudah memiliki tingkat protein lebih rendah sehingga aktivitas otak lebih sedikit. Protein yang dimaksud tersebut mampu melindungi dari penyakit alzheimer berdasar penelitian sebelumnya.

"Temuan ini bisa memiliki konseksuensi sangat luas bagi fisiologi dan jangka hidup," ujar Bruce Yanker, profesor genetik dan neurologi dari Harvard Medical School.

1 dari 1 halaman

Meditasi Bisa Memecahkan Masalah

Yanker saat ini tengah mempelajari bagaimana obat-obatan yang menarget protein bisa mengobati penyakit seperti Alzheimer's dan penuaan. Namun peneliti tidak mengetahui bagaimana tepatnya hal ini berhubungan dengan jangka hidup.

Menurutnya, penelitian mereka juga bisa mengungkap manfaat potensial dari aktivitas lain yang mempengaruhi ritme neural seperti meditasi. Hal ini disebutnya mungkin bisa membantu mengatasi hilangnya ingatan.

"Masa depan yang meyakinkan dari penelitian akan menentukan bagaimana temuan ini berhubungan dengan fungsi otak manusia dalam urutan lebih tinggi," tandasnya. (mdk/RWP)

Baca juga:
Konsumsi Makanan Sehat Bisa Bantu Atasi Gejala Depresi Seseorang
Dekat dengan Keluarga Saat Remaja Bisa Buat Seseorang Terhindar dari Depresi saat Tua
5 Hal yang Menjadi Alasan Kamu Terus Marah Sepanjang Waktu
5 Cara Mengatasi Gejala Serangan Panik Secara Seketika
Nomophobia, Ketakutan yang Kamu Alami Ketika Takut Jauh dari Ponsel