Bisakah Menstruasi yang Terjadi Secara Parah Menyebabkan Bahaya bagi Nyawa?

SEHAT | 18 Oktober 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Ketika memasuki masa menstruasi, wanita bakal mengalami perubahan dalam tubuh dan berdampak terhadap fungsi tubuh sehari-hari. Beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh ketika menstruasi adalah munculnya kram perut, konstipasi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, serta kembung.

Menstruasi bisa jadi masa yang cukup menyulitkan seorang wanita. Hal ini terutama ketika darah menstruasi ini keluar secara terus-menerus setelah lebih dari seminggu atau dikenal sebagai menorrhagia.

Menorrhagia merupakan salah satu masalah ketika menstruasi seorang wanita terjadi secara berat dan lama. Dilansir dari Medical Daily, hal ini terjadi karena kondisi tak seimbang pada hormon karena kurangnya sel telur baru yang diproduksi ketika siklus menstruasi.

Ketika seorang wanita mengalami pendarahan yang berat saat menstruasi, mereka bisa kehilangan darah dua kali lipat dibanding pada saat menstruasi biasa. Menorrhagia ini juga bisa terjadi lebih lama dari tujuh hari.

Walau begitu, tak semua menstruasi yang terjadi dengan berdarah-darah dan lama tergolong menorrhagia. Hal ini bisa saja disebabkan karena disfungsi ovarium, tumor nonkanker pada uterus, kaknker, penyakit peradangan panggul, keguguran, serta kelainan pendarahan bawaan.

Menorrhagia tak hanya berdampak pada fungsi sehari-hari wanita selama lebih dari seminggu. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan pada diri mereka seperti berupa anemia akibat kehilangan darah.

1 dari 2 halaman

Bisakah Menorrhagia Menyebabkan Kematian?

Ketika wanita mengalami mennoraghia, pendarahan ketika menstruasi bakal sangat parah terjadi. Hal ini menjadi perhatian sejumlah orang bahwa apakah hal ini bisa berujung maut. Lalu benarkah hal ini bisa menyebabkan kematian?

Jawabnya ternyata adalah salah. Wanita yang memiliki mennorhagia kehilangan lebih dari 80 milimeter darah selama menstruasi sedangkan jumlah darah yang hilang saat menstruasi adalah 30 hingga 40 milimeter.

Pada saat menstruai, kondisi pendarahan yang bisa menyebabkan kematian atau dikenal sebagai hemorrhagic shock, seseorang harus setidaknya kehilangan setidaknya 20 persen suplai darah di badan. Jika dibandingkan dengan jumlah saat hemorrhagic, tentu jumlah darah yang hilang tersebut sangat sedikit.

Hemorrhagic shock yang terjadi pada seseorang bisa menjadi kondisi yang membahayakan nyawa. Hal ini muncul ketika tubuh kehilangan darah dalam jumlah signifikan secara tepat karena cedera serius.

2 dari 2 halaman

Penanganan Menorrhagia

Pada masalah menorrhagia ini, terdapat penanganan yang bisa dilakukan. sejumlah pengobatan dan operasi bisa membantu mengurangi pendarahan serta mengendalikan menstruasi secara lebih baik di masa mendatang.

Dengan menangani masalah ini, setidaknya siklus menstruasi dan kondisi yang kamu alami bisa menjadi lebih sehat dan terkendali. Kondisi ini juga bisa membantumu mengatasi berbagai risiko potensial kesehatan yang mungkin terjadi. (mdk/RWP)

Baca juga:
Mengapa Kadang Wanita Ingin Bercinta di Kala Menstruasi?
4 Mitos dan Fakta pada Awal Menopause yang Penting Diketahui Wanita
7 Hal yang Biasa Menyebabkan Menstruasi Terlambat Datang
Ini Posisi Tidur Paling Tepat Ketika Kamu Sedang Mengalami Menstruasi
Obat Hormon Pengendali Siklus Menstruasi Tak Boleh Dikonsumsi oleh Sembarang Orang
Ini Efek Samping yang Muncul Saat Konsumsi Obat Hormon Pengendali Siklus Menstruasi