Bolehkah Mengonsumsi Suplemen Penguat Imun Setiap Hari?

Bolehkah Mengonsumsi Suplemen Penguat Imun Setiap Hari?
SEHAT | 14 Juli 2020 14:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Menjaga sistem imun tubuh tetap kuat merupakan hal yang penting dilakukan pada masa normal baru seperti sekarang. Hal ini bisa diperoleh melalui asupan nutrisi yang lengkap dan bergizi seimbang, istirahat cukup, asupan cairan cukup, dan olahraga. Konsumsi suplemen seperti immunomodulator juga bisa dilakukan untuk memperoleh hal ini.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania mengatakan, konsumsi immunomodulator yang bersifat immuno stimulan kuat bisa setiap hari antara 8 minggu - 16 minggu.

"Biasanya, jeda dua minggu sudah cukup. Setelah itu, kita bisa konsumsi kembali suplemen immunomodulator itu," terangnya, dilansir dari Antara.

Menurut Tania, hal ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping, seperti imuno supresan, dan sebagainya, meskipun sebenarnya belum ada bukti-bukti kuat terkait ini.

1 dari 1 halaman

Di sisi lain, dokter dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Budhi Antariksa berpendapat, suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin masih diperlukan di masa normal baru. Pasalnya, tidak ada yang tahu kapan pandemi virus corona (COVID-19) berakhir.

Saat ini ada beragam suplemen immunomodulator dengan substansi natural atau substansi sitentik. Contoh yang sintentik misalnya vitamin C, vitamin D. Sementara untuk substansi natural, seperti yang mengandung ekstrak Echinacea pupurea dan zinc picolinate.

VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo menuturkan, kandungan ekstrak Echinacea purpurea terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Studi mengungkapkan, Echinacea dengan dosis lebih tinggi secara signifikan memberikan hasil perbaikan gejala lebih baik versus plasebo maupun echinacea dosis lebih rendah.

Menurut Tania, sekalipun natural, substansi ini aman dikonsumsi sampai empat bulan kemudian dihentikan selama dua minggu dan kembali bisa dikonsumsi setelah itu jika dibutuhkan. Selain menjaga sistem imun, Budi juga mengingatkan agar tetap menaati protokol kesehatan walau kini pemerintah sudah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saat PSBB diperlonggar, angka kepositifan virus meningkat. Yang tadinya sudah sempat menurun, lalu naik lagi. Ini sudah kejadian di Jakarta. Hal itu menjadi pertanda kalau virus berpindah ke orang lain, maka virus itu bermutasi dan bertambah banyak," tandasnya. (mdk/RWP)

Baca juga:
Begini Saran Dokter untuk Pasien Penyakit Tidak Menular di Masa Pandemi
Waspada! 5 Benda yang Bisa Ditemui Sehari-Hari Ini Bisa Memicu Munculnya Kanker
Berdiri di Depan Kompor Menyala Bisa Jadi Cara untuk Atasi Hipertensi
Pencegahan COVID-19 Juga Memiliki Dampak Memutus Penularan Tuberkolosis
8 Cara Mengatasi Tangan dan Kaki yang Berkeringat secara Berlebih
Ketahui 5 Cara Agar Tetap Aman Bersepeda di Tengah Pandemi COVID-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami