Cara Hindari Covid-19 di Klaster Restoran Kala Liburan

Cara Hindari Covid-19 di Klaster Restoran Kala Liburan
SEHAT | 31 Oktober 2020 13:42 Reporter : Dwi Zain Musofa

Merdeka.com - Menjelang akhir libur panjang, pantauan dari lapangan terlihat adanya peningkatan jumlah aktivitas di tempat umum seperti lokasi wisata atau tempat makan. Salah satu titik kerumunan yang biasa muncul di masa liburan adalah di rumah makan atau restoran.

Restoran jadi tempat umum yang berpotensi jadi klaster penularan Covid-19 karena di sini biasanya para pengunjung akan melepas masker dan berkumpul dalam jangka waktu yang cukup lama.

Guna mencegah penularan COVID-19 di rumah makan, Ketua Tim Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Dr. Sonny Harry B. Harmadi menyarankan para pelancong untuk membawa makan sendiri.

"Saat liburan, kita perlu memetakan risiko tertular itu di mana, misalnya di rumah makan. Kalau kita merasa tidak aman ya kita bisa bawa makanan sendiri,” ujar Sonny dalam acara bincang-bincang BNPB, ditulis pada Jumat (30/10/2020).

Ia menambahkan, jika tempat makan tersebut menerapkan protokol kesehatan dan setelah ditelaah ternyata cukup aman, maka para pelancong boleh makan di tempat tersebut.

“Zaman dulu waktu saya kecil itu, kita bekal makanan gelar tikar di bawah pohon. Itu sehat dan kita benar-benar piknik, berlibur kan caranya macam-macam.”

Sejalan dengan Sonny, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Husein Habsyi, SKM, MHCOMM membenarkan bahwa potensi penularan di rumah makan tinggi.

“Memang benar, yang paling sering kita lengah itu saat makan. Di tempat wisata, restoran, dan di restoran hotel harus benar-benar kita perhatikan karena saat makan itu masker pasti dibuka. Kita gak mungkin makan dengan pakai masker. Ketika dibuka itulah potensi penularan terjadi.” ungkap Sonny seperti dikutip dari Liputan6 (31/10/2020).

Ia menambahkan, hal yang perlu dihindari adalah penggunaan satu alat makan oleh beberapa orang berbeda. Contohnya ketika makan dengan cara prasmanan di mana satu sendok disentuh oleh banyak orang.

“Potensi itu ada di sana, setelah itu kita makan dan bisa tertular. Kalau bisa makanan itu sudah dimasukan ke kotak makanan jadi tinggal diambil." ungkapnya.

Sonny menekankan jika semakin meminimalisasi terjadinya kontak maka semakin aman bagi para pengunjung dari paparan Covid-19. Selain itu, menjaga jarak dan posisi makan yang sebisa mungkin tidak berhadapan juga bakal efektif mengurangi risiko terpapar Covid-19. (mdk/dzm)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami