Cara Menangani Jika Terkena Cacar Monyet

SEHAT | 15 Mei 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Wabah cacar monyet mulai menghantui sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit ini muncul di Singapura beberapa waktu lalu. Cacar monyet bisa menular dari hewan ke manusia atau manusia ke manusia.

Cacar monyet muncul pertama kali di Afrika sejak 1970. Dikutip dari WHI.int, di Afrika, infeksi cacar monyet ditemukan pada banyak spesies hewan, seperti tupai tali, tupai pohon, tikus Gambia, dormice dan primata.

Tak mudah untuk mendeteksi cacar monyet, harus melakukan tes laboratorium secara khusus untuk melihat penyakit ini. Meskipun sulit dideteksi, namun ada gejala-gejala umum pada penderita cacar monyet. Berikut gejala cacar monyet dan cara menanganinya:

1 dari 4 halaman

Demam dan Muncul Ruam di Sekujur Tubuh

Gejala awal cacar monyet muncul antara satu hingga tiga hari. Awalnya penderita mengalami demam dan ruam-ruam di sekujur tubuh. Ruam muncul dari wajah hingga ke bagian tubuh lain.

Ruam kemudian berkembang dari maculopapules (lesi dengan bentuk rata) menjadi vesicles (benjolan kecil dan padat), bintik-bintik, hingga menjadi lapisan kulit kering.

2 dari 4 halaman

Gejala-Gejala Cacar Monyet Lainnya

Masa inkubasi (waktu dari paparan gejala pertama) adalah sekitar 7 hingga 14 hari. Selama masa inkubasi, penyakit ini tidak menular. Tapi setelah penyakit ini berkembang, penularan penyakit akan cepat.

Saat masa perkembangan, kulit pasien muncul koreng dari lesi cacar. Akibatnya, cacar monyet bisa menular sekitar empat hingga lima pekan. Namun jika gejala semakin parah, segera konsultasikan ke dokter.

3 dari 4 halaman

Pencegahan Agar Tak Tertular Cacar Monyet

Jika ada kerabat yang tertular cacar monyet, ada baiknya Anda melakukan pencegahan agar tak ikut tertular.

Dikutip dari WHO.int, pencegahan pertama dengan menghindari kontak dengan tikus dan primata. Kedua, gunakan sarung tangan saat menangani hewan yang sakit atau sedang terinfeksi, dan selama prosedur pemotongan hewan. Untuk pencegahan, jangan sampai terkontak langsung dengan darah hewan.

Untuk mencegah penularan dari manusia ke manusia, sebisa mungkin hindari kontak terhadap pasien cacar monyet. Gunakan sarung tangan dan peralatan pelindung saat merawat orang sakit. Kemudian cuci tangan setelah merawat atau mengunjungi orang sakit. Diusahakan ruangan pasien steril.

4 dari 4 halaman

Belum Ada Vaksin Penyembuh Cacar Monyet

Untuk saat ini, belum ada perawatan khusus yang tersedia untuk infeksi cacar monyet, tetapi wabah cacar monyet masih bisa dikendalikan.

Cacar monyet sebenarnya penyakit lama. Pernah ada vaksin untuk infeksi cacar monyet. Tapi kini vaksin tersebut belum ada lagi. Beberapa vaksin untuk mengendalikan cacar monyet, seperti vaksin cacar, cidofovir, vaksin ST-246, dan vaccinia imun globulin (VIG). (mdk/has)

Baca juga:
Wabah Cacar Monyet, Menkes Belum Terbitkan Rekomendasi Larangan ke Singapura
Begini Ciri-Ciri Cacar Monyet atau Monkeypox yang Tengah Diwaspadai Masuk Indonesia
Cegah Masuknya Cacar Monyet, Kemenko PMK Bentuk Tim Investigasi Wabah Terpadu
Mengenal Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox yang Baru Saja Masuk Singapura
Alat Pemindai Virus Cacar Monyet Disiagakan di Bandara Pekanbaru