Cegukan yang Terjadi pada Bayi Ternyata Memiliki Manfaat Tersembunyi

SEHAT | 18 November 2019 13:25 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Cegukan yang terjadi pada bayi terutama ketika berkali-kali sering membuat orangtua merasa cemas. Orangtua bakal berusaha menghentikan cegukan sang buah hati sesegera mungkin.

Walau cegukan ini sering membuat orangtua merasa khawatir, namun sesungguhnya terdapat manfaat tersembunyi dari hal ini. Dilansir dari Medical Daily, peneliti menyarankan bahwa sebaiknya orangtua membiarkan hal ini karena terdapat manfaat kesehatan yang tak terduga.

Cegukan pada bayi ini disebut mulai dialami sejak di dalam janin. Diperkirakan bahwa balita yang lahir prematur menghabiskan satu persen waktu mereka cegukan atau sekitar 15 menit setiap hari.

Penelitian terbaru ini dipublikasikan pada jurnal Clinical Neurophysiology dan menunjukkan bahwa cegukan mendukung perkembangan otak pada bayi baru lahir. Hal ini memicu aliran sinyal otak yang bisa membantu bayi mempelajari mengenai bernapas.

"Alasan mengapa kita cegukan masih belum jelas sepenuhnya, namun terdapat alasan perkembangan, karena cegukan janin dan bayi baru lahir begitu sering," terang Kimberley Whitehead, peneliti dari University College London.

Peneliti menganalisis aktivitas otak pada 13 bayi baru lahir. Tim peneliti menggunakan electroencephalography (EEG) untuk mempelajari otak dari masing-masing bayi dan meletakkan sensor gerakan pada torso untuk merekam cegukan.

Peneliti menemukan bahwa cegukan menimbulkan kontraksi pada otot diafragma. Perubahan fisik ini memicu gelombang otak pada korteks otak.

Rangkaian cegukan menyebabkan sinyal otak yang besar di otak. Mereka kemudian menghubungkan antara suara cegukan dengan perasaan kontraksi otot diafragma.

1 dari 1 halaman

Cegukan Bisa Berlanjut Hingga Dewasa

"Hasil aktivitas dari cegukan ini mungkin membantu otak bayi mempelajari bagaimana memonitor otot pernapasan sehingga bisa dikontrol dengan cara menggerakkan diafragma naik dan turun," jelas Lorenzo Fabrizi, peneliti dari University College London.

"Ketika kita lahir, sirkuit yang memproses sensasi tubuh belum tumbuh sepenuhnya, sehingga pembentukkan dari jaringan tersebut merupakan tahap perkembangan yang krusial bagi bayi baru lahir," sambungnya.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fabrizi dan rekan-rekannya menyatakan bahwa ketika bayi menendang-nendang di janin, mereka tengah membangun peta mental dari tubuh mereka. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa temuan sebelumnya menyatakan bahwa aktivitas tertentu pada janin dan setelah kelahiran berkontribusi pada perkembangan hubungan otak pada bayi.

Walau Whitehead mengatakan bahwa cegukan pada orang dewasa sering dianggap menganggu. Walau begitu, hal ini bisa jadi merupakan sisa-sia fungsi penting darinya yang penting. (mdk/RWP)

Baca juga:
Protein yang Masuk pada Anak Bisa Bantu Cegah Stunting
Begini Cara Tepat Menyiapkan Menu Makanan Padat Gizi bagi Buah Hati
Begini Cara Tepat untuk Mengetahui Apakah Anak Memiliki Berat Badan Sehat atau Tidak
Benarkah Daun Sirih Bisa Bantu Mengatasi Batuk Pilek pada Anak?
8 Hal yang Harus Diperhatikan oleh Ibu Ketika Menyapih Anak