Dari Berbagai Varian, Mana Vitamin D yang Paling Baik?

Dari Berbagai Varian, Mana Vitamin D yang Paling Baik?
Ilustrasi vitamin D. ©shutterstock.com/Kellis
SEHAT | 30 Juli 2021 02:08 Reporter : Titah Mranani

Merdeka.com - Ada banyak cara untuk menunjang kesehatan agar terhindar dari virus COVID-19. Salah satunya adalah dengan konsumsi vitamin yang dianjurkan oleh dokter, yaitu Vitamin C dan D. Untuk suplemen vitamin D sendiri, terbagi dalam bermacam bentuk, seperti tablet, kapsul, dan softgel yang bisa menjadi pilihan untuk konsumen.

Meski tersedia dalam beragam bentuk, Henry Suhendra, seorang dokter spesialis ortopedi meminta masyarakat tak perlu merisaukan bentuk suplemen vitamin D yang ada.

"Soal bentuknya kan ya itu obsesi. Ada yang bilang vitamin D ini akan larut dalam lemak, jadi harus dalam bentuk softgel. Kalau (bentuk vitamin D) yang lain yang lain kurang bagus," kata Henry saat berpartisipasi dalam webinar “Biar Aman Tingkatkan Imun dengan Vitamin D”seperti dilansir dari Liputan6.com

Namun menurut Henry, anggapan tersebut keliru karena setiap produsen vitamin tentu sudah melalui proses panjang dalam pembuatannya dan mengantongi ijin proses pembuatan sebagaimana ketentuan otoritas pengawas obat, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia serta ada juga Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat.

"Ya salah dong, mereka, produsen itu kan sudah FDA Approval. Jadi, kita jangan terlalu kepo atau pintar bilang, 'Bagaimana ya penyerapannya?" jelas Henry.

"Kita sudah pusing dengan segala urusan yang ada. Kalau saya berpikiran begini, 'Mau vitamin D bentuk softgel, kapsul, tablet, itu sudah FDA Approval. Sudah dikontrol oleh FDA dan tentu melalui tes juga."

Sementara itu mengenai vitamin D, seorang ahli diet, Melissa Rifkin mengatakan jika vitamin D mendukung sistem kekebalan tubuh. Selain itu vitamin C dan antioksidan juga sering dikaitkan dengan kekebalan tubuh. Vitamin D dapat menjadi manfaat bagi orang yang kekurangan kadar kalsium dalam darah. Namun perlu diingat, bila sampai berlebihan (konsumsi vitamin D) tentu juga akan memberi efek samping yang lain.

"Peran penting vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Jika dikonsumsi berlebihan, vitamin D dapat memerintahkan tubuh menyerap kalsium secara berlebihan. Dampaknya, menyebabkan hiperkalsemia atau kadar kalsium darah tinggi," tutur Rifkin.

Oleh sebab itu, dalam mengonsumsi apapun hendaknya tidak berlebihan atau seperlunya saja. Dan untuk mengetahui kebutuhan nutrisi dan penunjang kesehatan lainnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat saran atau solusi terbaik.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Fitri Haryanti Harsono (mdk/ttm)

Baca juga:
Daftar Vitamin yang Dianjurkan saat Isolasi Mandiri
Berapa Sebenarnya Kebutuhan Konsumsi Vitamin D Kita Setiap Hari?
Manfaat Vitamin D bagi Kesehatan, Ketahui Aturan Dosisnya
8 Gejala Kekurangan Vitamin D yang Perlu Diketahui, Salah Satunya Rambut Rontok
Cegah Defisiensi Vitamin D, Pastikan untuk Berjemur pada Pukul 12.00
7 Manfaat Pantai bagi Kesehatan, Baik untuk Kulit dan Kondisi Mental

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami