Diabetes bukan halangan untuk berpuasa

SEHAT | 9 Juli 2013 13:47 Reporter : Rizqi Adnamazida

Merdeka.com - Jutaan umat Islam di dunia akan segera menjalankan ibadah puasa. Meskipun banyak di antara mereka yang memiliki kondisi khusus, seperti diabetes, namun para ahli medis dari berbagai negara menjelaskan bahwa diabetes bukanlah halangan untuk berpuasa.

"Orang sakit, termasuk diabetes, atau ibu hamil memang dibolehkan untuk tidak puasa, tetapi sebagian besar dari mereka masih melakukannya. Dan hal itu tidak masalah selama mereka mampu menjaga pola makannya dengan benar," demikian menurut Dr Joe Shaban dari Windsor Regional Hospital di Kanada.

Sebagaimana dilansir dari CBC Canada, Dr Shaban sendiri merupakan endokrinolog yang kerap memberikan konseling seputar diabetes dan penderitanya yang berpuasa sejak tahun 1986.

Sementara itu, jika di Kanada Dr Shaban memberikan konseling pada para penderita diabetes, sebuah rumah sakit di London justru membuka program khusus untuk konsultasi bagi pasien diabetes yang berpuasa.

Salah satu ahli medis dari St. Joseph Hospital di London, Dr Mervat Bakeer, kemudian menjelaskan beberapa masalah penting seputar risiko penderita diabetes yang berpuasa.

"Biasanya mereka mengalami peningkatan atau bahkan penurunan gula darah yang sangat drastis. Dehidrasi adalah salah satu dampak dari kondisi tersebut," tutur Dr Bakeer, seperti yang dikutip dari London CTV News.

Pasien yang bergabung dalam program tersebut pun akan dibantu melalui kunjungan rutin, via telepon, dan juga email. Para medis berharap adanya program yang mereka buat bisa membantu banyak orang yang ingin tetap berpuasa meskipun memiliki kondisi khusus.

Hampir sama dengan yang ada di London, perawatan kesehatan global Sanofi bekerja sama dengan Association of Diabetic Patient Friends di Jeddah untuk menyelenggarakan workshop pada para penderita diabetes dan keluarganya.

Dalam workshop tersebut, para medis fokus pada kondisi penderita diabetes yang berpuasa dan bagaimana caranya menghindari komplikasi selama bulan Ramadan. Oleh sebab itu, anggota keluarga disarankan untuk diajak mengikuti workshop agar pemahaman tentang diabetes bisa dimengerti secara maksimal.

Menurut Saudi Gazette, Sanofi memang punya tujuan untuk mendengarkan sekaligus mendidik pasien diabetes yang ingin meningkatkan kualitas kehidupannya, terutama di bulan suci Ramadan tahun ini.

"Kami berharap mereka bisa mengatur pola makan, berolahraga, menjaga gula darah, dan waspada akan komplikasi yang muncul," tandas Dr Salah Mousa, General Manager dari Sanofi Arab Saudi.

Baca juga:
3 Cara mudah mempertajam fungsi otak
Hilangkan gatal akibat gigitan nyamuk dengan sendok!
Kenapa mata menangis saat mengiris bawang?
Anak suka pilih-pilih makanan? Atasi dengan ini
10 Cara asyik cegah kantuk saat bekerja

(mdk/riz)