Diprediksi Bakal Ada 250 Juta Anak Obesitas pada 2030

SEHAT | 7 Oktober 2019 05:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Obesitas pada anak merupakan salah satu permasalahan yang saat ini meningkat jumlahnya. Hal ini diprediksi bakal terus bertambah seiring waktu.

Dilansir dari New York Post, diperkirakan lebih dari 250 juta anak di seluruh dunia bakal mengalami obesitas. Peningkatan ini tentu sangat mengkhawatirkan banyak orang.

Berdasar laporan dari World Obesity Federation, peningkatan jumlah ini diprediksi bakal terjadi seiring waktu. Pada saat ini diperkirakan terdapat 158 juta anak dan remaja yang mengalami obesitas dan diperkirakan meningkat menjadi 250 juta pada 2030.

Peningkatan drastis ini disebabkan oleh pola makan gaya barat yang kurang sehat. Selain itu, gaya hidup kurang gerak pada anak-anak juga disebut menjadi penyebab peningkatan jumlah ini.

Terdapat perubahan menjauh dari pola makan tradisional dan melakukan segala sesuatu. Saat ini orang lebih sedikit menghabiskan energi, kurang gerak, serta mengonsumsi makanan gaya barat yang tinggi gula, minyak, tepung, dan lemak," jelas Tim Lobstein, salah satu peneliti yang terlibat dalam temuan ini.

1 dari 2 halaman

Terjadi di Negara Berkembang

Peningkatan jumlah anak yang mengidap obesitas ini disebutnya sangat mengejutkan. Hal ini terutama dialami pada negara berkembangan di Afrika, Asia, dan Amerika Latin di mana junkfood dipasarkan secara lebih agresif.

Peningkatan jumlah anak obesitas ini bisa memberi beban yang lebih besar terhadap sistem kesehatan. Pasalnya, obesitas berhubungan dengan penyakit kronis seperti diabetes.

2 dari 2 halaman

Perubahan Berat Badan Seseorang Seiring Waktu

Sebelumnya, dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa orang-orang saat ini lebih berat 10 persen dibanding orang yang hidup pada tahun 80-an.

"Alasan mengapa seseorang lebih mudah untuk kurus pada tahun 1980-an, dianggap peneliti terjadi karena sejumlah faktor tersembunyi yang selama ini kurang diperhatikan," terang Olga Khazan, penulis dari The Atlantic.

Dia mengungkap bahwa faktor seperti kandungan kimia, obat, dan mikrobioma merupakan penyebab utama seseorang menjadi lebih gemuk pada saat ini. Kandungan kimia ini disebut bisa diperoleh orang dari berbagai hal saat ini seperti pestisida sayuran, zat pengawet, sabun cuci, plastik, dan berbagai hal lain.

Khazan menyebut bahwa kandungan kimia ini bisa mengubah cara tubuh membakar energi dan menyimpan lemak.

"Hal ini bisa menimbulkan perubahan yang kecil namun berarti," terang Khazan. (mdk/RWP)

Baca juga:
Kenali Masalah Sembelit atau Sulit Buang Air Besar pada Anak
Merengek Minta Mainan, Permintaan Terakhir Bocah Obesitas Setiya Sebelum Meninggal
Ketika Anak Demam, Kapan Sebaiknya Dibawa ke Dokter?
Kondisi Intoleransi Laktosa pada Seseorang Bisa Disebabkan Kurangnya Susu Sejak Kecil
Balita Disarankan untuk Tidak Mengonsumsi Susu Berbahan Dasar Tumbuhan
Yogurt Bisa Bermanfaat Bantu Anak Obesitas Atasi Masalah Kesehatan Mereka