Disentri dan Flu Bisa Hambat Pertumbuhan Anak, Orangtua Perlu Waspada!

Disentri dan Flu Bisa Hambat Pertumbuhan Anak, Orangtua Perlu Waspada!
Ilustrasi anak sakit. ©Shutterstock.com/ Dmitry Naumov
SEHAT | 8 Agustus 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Masalah kesehatan anak merupakan suatu hal yang perlu menjadi perhatian bagi orangtua. Masalah kesehatan yang dialami oleh anak ini bisa menghambat pertumbuhan yang mereka miliki.

Salah satu penyakit yang sering diderita anak adalah disentri, dengan jumlah pasien di seluruh dunia mencapai 60 persen. Begitu juga dengan hepatitis yang dapat menyerang anak.

Tidak ketinggalan flu, yang juga kerap menyerang anak-anak. Namun, dr Lucy Amelia SpA M. Kes, mengatakan, untuk saat ini belum bisa dipastikan berapa jumlah pasiennya lantaran masih pandemi COVID-19.

"Peningkatan grafik COVID-19 pada anak juga berbanding lurus dengan masalah kesehatan gizi di Indonesia," kata Lucy beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Lucy, menjelaskan, beragam penyakit tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya tumbuh kembang anak, yang berisiko stunting. Padahal, tumbuh kembang anak perlu dijaga dengan baik, karena anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.

"Untuk menciptakan generasi penerus yang sehat, kreatif, dan berprestasi, ibu harus memerhatikan kesehatan fisik, motorik, dan kognitif anaknya," ujar Dokter Spesialis Anak di Hermina Podomoro ini.

Ketiga hal tersebut, lanjut dia, dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang dikonsumsi anak di setiap harinya.

"Pemenuhan asupan nutrisi dapat membantu mencegah terjadinya penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak," Lucy menekankan.

2 dari 2 halaman

Pemenuhan Gizi Anak

Oleh sebab itu, Lucy menyarankan agar orang tua lebih memerhatikan kesehatan anak melalui medical check up, yang juga memberikan informasi tentang status gizi anak.

Selain itu, orang tua bisa mendeteksi sedini mungkin jika ada penyimpangan kesehatan anak, sehingga dapat segera melakukan penanganan sesuai kebutuhan.

"Jika anak tidak melakukan medical check up sejak dini dan rutin, maka orang tua tidak tahu penyakit bawaan yang bisa saja diderita oleh anak, atau penyakit baru dari virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh anak,” tandasnya.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bayi Kembung dan Muntah Jangan Gegabah, Begini Penanganan Pertama yang Tepat
Langkah yang Dilakukan Orang Tua jika Anak Tak Sengaja Telan Benda Asing
Ketum IDAI: Anak Lebih Rentan Terpapar Cacar Monyet
Diabetes Tipe 1 Bisa Terjadi di Anak, Kenali Gejala dan Penanganannya
Pentingnya Peran Keluarga dalam Menurunkan Angka Stunting
Terjadinya Kecanduan Gadget Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini