Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Tanda Paling Awal Gangguan Kardiovaskuler

Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Tanda Paling Awal Gangguan Kardiovaskuler
SEHAT | 6 April 2020 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Masalah disfungsi ereksi atau impotensi merupakan hal yang sangat ditakuti oleh banyak pria. Hal ini bisa membuat mereka tidak tampak jantan dan mengalami masalah dalam percintaan.

Walau begitu ternyata masalah kesehatan ini bisa berdampak lebih besar pada kesehatan pria. Dilansir dari NY Post, sejumlah bukti terbaru menunjukkan bahwa masalah disfungsi ereksi ternyata bisa menjadi penanda risiko kematian prematur.

Disfungsi ereksi merupakan masalah yang dialami pria untuk mengalami dan mempertahankan ereksi dalam waktu cukup lama. Masalah ini umum dialami pria lebih tua dan muncul karena merosotnya testosteron, hormon reproduksi pria yang berfungsi untuk berkembangnya otot, massa tulang, serta rambut di tubuh.

Hasil temuan ini telah dipublikasikan pada Journal of The Endocrice Society. Diketahui bahwa masalah ini merupakan indikator awal buruknya kesehatan vaskular yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular.

"Baik penyakit vaskular maupun rendahnya tingkat testosteron bisa mempengaruhi disfungsi ereksi, gejala seksual ini bisa merupakan penanda awal meningkatkan risiko kardiovaskular serta kematian," terang Dr. Leen Antonio peneliti dari University Hospitals Leuven di Belgia.

1 dari 2 halaman

Data ini diperoleh berdasar European Male Ageing Study. Peneliti memeriskan kesehaan seksual dari sekitar 2.000 pria dengan usia antara 40 hingga 79 tahun dengan berfokus pada tingkat hormon mereka seiring waktu.

Penelitian dilakukan selama 12 tahun melalui survei dengan 25 persen wanita meninggal dunia. Pada kelompok tersebut, peneliti mengetahui bahwa partisipan dengan tingkat testosteron normal namun tetap mengalami disfungsi ereksi memiliki risiko kematian 51 persen lebih tinggi.

Antonio menyoroti buruknya kesehatan vaskular serta tersumbatnya arteri atau biasa disebut sebagai penyakit kardiovaskular sebagai penyebab disfungsi ereksi. Hal ini menyebabkan terganggunya aliran darah sehingga menyebabkan lebih sulitnya darah ditarik ke penis. Hal ini menjadi tanda risiko tinggi serangan jantung dan stroke.

"Hal ini berarti bahwa pria dengan atherosclerosis (penumpukan plak di arteri yang menyebabkan gangguan aliran darah), aliran darah di pembuluh penis terpengaruh lebih awal dibanding pada arteri koroner," terangnya.

2 dari 2 halaman

Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti penyakit, obat-obatan tertentu, stres, kecemasan, depresi, serta gangguan sistem saraf. Berbagai hal lain juga bisa jadi penyebab masalah ini seperti obesitas, merokok, serta konsumsi alkohol.

Penanganan disfungsi ereksi bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk gaya hidup sehat dan pengobatan. Obat-obatan yang digunakan untuk disfungsi ereksi juga beberapa digunakan untuk mengatasi masalah gagal jantung.

"Pria yang mengalami gejala seksual harus paham bahwa hal ini bisa jadi tanda awal memburuknya kesehatan termasuk meningkatnya risiko penyakit kardiovaskuler dan kematian," terang Antonio.

"Penting untuk membicarakan masalah seksual ini dengan dokter, sebagai cara mengidentifikasi atau mengatasi faktor risiko kardiovaskuler lain atau yang mungkin muncul," tandasnya. (mdk/RWP)

Baca juga:
Berendam Air Hangat Setiap Hari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Semakin Tua Ternyata Kita Tidak Jadi Rewel Melainkan Lebih Bijak
Anak Cerewet di Masa Kecil Cenderung Miliki Nilai Lebih Baik di Sekolah
Tak Hanya Buat Senang, Mendengarkan Musik Juga Miliki Manfaat Kesehatan Berikut
Pola Makan Ayah Bisa Pengaruhi Kondisi Sperma dan Kesehatan Anak di Masa Mendatang
Pemberitaan Bunuh Diri Pesohor Bisa Picu Orang Lain untuk Mengakhiri Nyawa
Peneliti Ungkap Anak Kota Ternyata Lebih Anteng Dibanding Anak Desa
Membiarkan dan Meninggalkan Bayi Menangis Tidak Berdampak Buruk bagi Buah Hati

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami