Dokter Olahraga: Saat Pandemi Covid-19, Tetap Bergerak, Pakai Masker & Jaga Jarak

Dokter Olahraga: Saat Pandemi Covid-19, Tetap Bergerak, Pakai Masker & Jaga Jarak
SEHAT | 28 November 2020 09:00 Reporter : Titah Mranani

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 membuat semua orang harus membatasi aktivitas diluar rumah. Meski begitu, jangan lupa untuk terus bergerak dan olahraga.

"Tetap harus bergerak, memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan," ujar dokter olahraga dari Universitas Negeri Jakarta Arie Sutopo dalam diskusi virtual yang dikutip melalui channel Youtube BNPB.

Menurut Arie, ada beberapa masalah yang timbul bagi mereka yang berolahraga dengan intensitas tinggi seperti para atlet yang mempersiapkan diri untuk Olimpiade dan SEA Games.

Arie menjelaskan bahwa pemakaian masker untuk atlet yang memiliki intensitas tinggi dalam berolahraga akan membahayakan kesehatan atlet itu sendiri. Karena, saat melakukan olahraga, tubuh mengeluarkan senyawa kimia yaitu karbondioksida. Apabila, senyawa itu terhirup kembali oleh atlet karena terbatas oleh masker, akan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Tetapi, untuk masyarakat yang ingin olahraga, terutama bersepeda, harus memperhatikan jarak antarpesepeda depan dan belakang. Ketika pesepeda bersin atau batuk, artikel tetesan batuk dan bersin akan melayang di udara selama beberapa menit.

Apabila pesepeda tidak menjaga jarak, kata Arie, dikhawatirkan terjadi penularan Covid-19. Kendati para pesepeda menggunakan masker.

"Edukasi mengenai Covid-19 ini bisa masuk ke kita dari teman dekat begini, sehingga jaga-jaganya ya jaga jarak sepeda. Karena dia kencang kita minta (jaga jarak) 10 meter di belakang," tutup Arie.

Rajin Olahraga dan Berdiam di Rumah Tidak Kebal dari Covid-19

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito sangat menyayangkan banyak masyarakat yang yakin tidak akan terpapar virus covid-19. Namun, Wiku menegaskan bahwa virus corona ini bisa menyerang siapa saja dan dimana saja.

"Kami tekankan sekali lagi, tidak ada orang yang kebal terhadap Covid-19 dan virus ini tidak mengenal tua atau muda, kaya atau miskin, siapa pun bisa tertular. Sekali lagi tidak ada yang kebal," ujar Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden.

"Jangan sekali-sekali kita berpikir bahwa karena rajin olahraga atau berdiam diri di rumah kita bisa kebal. Karena tertular itu bisa mudah terjadi dari siapa pun yang kita temui," lanjutnya.

Untuk itu, Wiku meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan tak berkerumun.

"Untuk masyarakat yang sudah paham mohon agar saudara-saudara sekalian mengingatkan kepada orang lain yang belum sadar agar betul-betul kita menjadi satu kekuatan besar secara nasional untuk melawan virus ini. Kita tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga antar negara melakukan hal yang sama," terang Wiku.

Saat ini, pemerintah terus mengkampanyekan protokol kesehatan Covid-19. Kampanye tersebut dibantu oleh relawan dari berbagai daerah agar dapat efektif dalam pendekatan ke masyarakat.

"Kami selalu bekerja keras agar relawan ini juga bisa efektif dengan menggunakan pendekatan sosial budaya sesuai dengan keadaan di masing-masing wilayah," tutup Wiku.

Sumber : Liputan6.com (mdk/ttm)

Baca juga:
7 Cara Menghindari Cedera saat Berolahraga, Optimalkan Hasil Latihan
6 Macam Gerakan Push Up untuk Pemula, Bantu Otot Lengan dan Dada
Manfaat Lompat Tali bagi Tubuh, Ketahui Teknik dan Contohnya
Tren Bersepeda di Tengah Pandemi, Bukan Sekadar Hobi yang Mampu Turunkan Berat Badan
Sumut Resmi Jadi Tuan Rumah PON 2024, Ini Faktanya
Sumut-Aceh Resmi Jadi Tuan Rumah PON 2024

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami