Faktor Makanan Hingga Lingkungan, Ini 5 Penyebab Migrain pada Anak

Faktor Makanan Hingga Lingkungan, Ini 5 Penyebab Migrain pada Anak
Ilustrasi sakit kepala. Shutterstock/Hung Chung Chih
SEHAT | 28 Mei 2022 12:00 Reporter : Magang

Merdeka.com - Anak-anak merupakan golongan yang mudah terserang penyakit. Oleh sebab itu saat masih balita banyak tersedia imunisasi untuk anak-anak. Hal ini bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuh serta melindungi anak dari penyakit.

Tetapi meskipun begitu, virus dan penyakit cepat berkembang dan menyebar. Sehingga anak tetap terdampak dan menjadi sakit. Sebagai orang tua, perlu memperhatikan apa saja makanan yang dikonsumsi oleh anak, dimana mereka bermain, dengan siapa mereka bertemu dan aktivitas apa saja yang mereka lakukan selama seharian.

Salah satu penyakit yang dialami oleh anak-anak tanpa menimbulkan luka fisik atau demam adalah migrain. Sehingga biasanya penyakit ini sulit disadari atau dikenali langsung. Tetapi rasa sakit yang ditimbulkan benar-benar menyakitkan bagi anak-anak.

Dikutip dari American Migraine Foundation, hampir 60 persen anak mengeluh sakit kepala di beberapa titik. Selain itu, sekitar 10 persen anak-anak mengalami rasa sakit dan kecacatan akibat migrain. Migrain bukan hanya sakit kepala, migrain adalah penyakit saraf yang melumpuhkan dan mempengaruhi orang-orang dari segala usia.

Gejala migrain tiap orang berbeda. Tetapi pada umumnya gejala meliputi sakit kepala berdenyut, pada anak-anak, rasa sakit biasanya menyerang bagian depan atau kedua sisi kepala. Pada remaja dan orang dewasa, nyeri dapat mempengaruhi satu sisi kepala. Selain itu warna kulit menjadi pucat, mudah tersinggung, murung, kepekaan terhadap suara, kepekaan terhadap cahaya, kehilangan selera makan, mual dan/atau muntah.

Selain mengetahui gejala dari migrain, orang tua juga perlu mengetahui kenapa anak bisa terkena migrain. Dilansir dari Medical News Today, berikut ini adalah penyebab migrain pada anak:

2 dari 4 halaman

Faktor Makanan dan Minuman

1. Dehidrasi

ilustrasi anak minum air putih

©iStockphoto

Anak-anak cenderung sangat aktif saat bermain. Hal ini membuat mereka cepat berkeringat dan kelelahan yang membuat anak merasa haus. Dengan kata lain anak mengalami kekurangan cairan dan dapat membuat anak dehidrasi.

Dehidrasi ini akan memicu sakit kepala atau migrain pada anak. Sebagai orang tua, sebaiknya mengingatkan anak untuk tetap minum air putih. Berikan anak air putih yang cukup setelah melakukan aktivitasnya.

2. Makanan dan Minuman

makan
thehealthsite

Anak-anak merupakan kelompok usia yang memiliki tingkat penasaran tinggi. Mereka seringkali menginginkan untuk mengonsumsi makanan yang manis dan gurih. Akan tetapi beberapa makanan dapat memicu migrain pada anak.

Makanan tersebut antara lain cokelat, daging yang diawetkan, ikan asap, pengawet makanan seperti MSG, dan pemanis buatan. Membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi seperti sayur dan buah-buahan merupakan pilihan yang tepat.

3 dari 4 halaman

Pola Tidur dan Stres

3. Perubahan Pola Tidur

ilustrasi anak tidur
Shutterstock/Hung Chung Chih

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anak-anak usia 3-6 tahun membutuhkan waktu untuk tidur 11-13 jam termasuk tidur siang. Sedangkan untuk usia 6-12 tahun membutuhkan 10 jam waktu tidur.

Ketika anak-anak sedang keasyikan bermain, mereka cenderung enggan untuk tidur. Hal ini dapat memicu terjadinya migrain. Tetapi terlalu banyak tidur juga dapat menyebabkan migrain. Sehingga orang tua perlu membiasakan dan mengatur pola tidur anak agar tetap teratur.

4. Stres

ilustrasi anak stres
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Patrick Foto

Stres dan berpikir berlebihan dapat menimbulkan migrain. Jika anak mengalami stres dan cepat cemas maka coba tenangkan anak di ruangan yang tanpa suara.

Perubahan perilaku dapat ditandai bahwa sesuatu terjadi pada anak. Bertanya langsung mungkin akan membuat anak menjadi bingung. Bicarakan secara perlahan agar anak dapat membuka dirinya secara perlahan dan bercerita dengan sendirinya.

4 dari 4 halaman

5. Faktor Lingkungan

ilustrasi anak bermain gawai

©thedigitalbridges.com

Faktor lingkungan yang dimaksudkan antara lain asap rokok, perubahan cuaca, lampu yang terang hingga cahaya dari ponsel atau tablet. Membatasi penggunaan smartphone merupakan langkah yang tepat. Meskipun anak mungkin tidak suka akan hal itu, tetapi penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan anak menjadi kecanduan yang susah dihilangkan.

Migrain merupakan hal yang umum terjadi pada anak-anak. Penanganan yang cepat dari orang tua diperlukan agar anak tidak merasa kesakitan lagi. Jika migrain masih berlangsung lama, jangan ragu untuk membawa anak periksa ke dokter atau rumah sakit.

Reporter: Eleonora Gifthalia Christi Adena

(mdk/mgd)

Baca juga:
Waspadai Flu Singapura pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Calon Pengantin Diimbau Perhatikan Kesehatan Fisik hingga Mental, Ini Alasannya
Kemenkes Terima 4 Unit Hibah Alat Skrining Pertumbuhan Anak
Orang Tua Wajib Tahu Tindakan Untuk Mengatasi Diare Pada Anak
Kenali Penyebab Batuk Pilek pada Anak, Berikut Cara Mengatasinya dengan Bahan Alami

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami