Gaya Hidup Masa Kini Bisa Picu Munculnya Masalah Saraf Terjepit

SEHAT | 14 Februari 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Salah satu gangguan yang cukup mengganggu dalam beraktivitas pada saat ini adalah nyeri punggung bagian bawah. Masalah kesehatan ini tidak hanya dialami pada seseorang yang berusia tua saja namun juga pada usia muda.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya, di antaranya ketegangan otot, osteoporosis, tumor, infeksi dan Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit. Masalah terakhir ini merupakan hal yang banyak dialami orang saat ini baik tua maupun muda.

Menurut dokter spesialis ortopedi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Ahmad Ramdan, nyeri pinggang merupakan keluhan yang sering didapatkan pada pasien yang berobat ke RSHS yang disebabkan oleh HNP. Jumlah penderita HNP semakin meningkat seiring dengan adanya pergeseran pola penyakit.

"Jika dulu sebagian besar penyakit yang dialami oleh masyarakat Indonesia adalah penyakit infeksi, sekarang sudah bergeser ke penyakit degeneratif. Dulu HNP banyak diderita oleh orang tua, namun saat ini banyak anak muda (usia produktif) yang sudah terdiagnosis HNP. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup dan pola kerja tidak baik," kata Ahmad dalam keterangan resminya0.

Pada usia lanjut sebut Ahmad, HNP atau dikenal dengan sebutan saraf terjepit disebabkan oleh penuaan. Seiring bertambahnya usia, bantalan sendi akan kehilangan kadar air.

1 dari 2 halaman

Kondisi ini mengakibatkan bantalan sendi menjadi rapuh, pecah-pecah, bergeser dan tidak fleksibel. Pada usia muda, HNP diakibatkan oleh pola kerja yang tidak tepat di antaranya duduk terlalu lama, berdiri terlalu lama, naik turun tangga terlalu sering, tubuh mengalami getaran kuat terlalu lama (seperti operator mesin, driver, dan lain lain) atau bisa jadi karena jatuh dalam posisi duduk.

HNP merupakan penonjolan atau pergeseran bantalan tulang belakang yang menekan saraf tulang belakang. Gejala yang sering dirasakan oleh penderita HNP adalah sakit di punggung bagian bawah atau pada bahu yang menjalar ke bagian lengan, kesemutan, lemah atau kaku otot pada salah satu tangan, dan rasa panas seperti terbakar.

"Jika dibiarkan, akan mengakibatkan gangguan sistem gerak bahkan kelumpuhan. Jika merasakan gejala tersebut sebaiknya di periksakan ke dokter, jangan dulu dipijat oleh orang yang tidak ahli di bidangnya, karena pijatan yang salah dapat memperburuk keadaan," jelas Ahmad.

2 dari 2 halaman

Cara Cegah Saraf Terjepit

HNP dapat terdiagnosis dengan pemeriksaan CT Scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Proses pengobatannya bertahap, dimulai dengan pencegahan, selanjutnya pemberian obat-obatan.

Jika obat-obatan tidak berpengaruh, ditambah dengan melakukan fisioterapi, intervensi nyeri dan terakhir operasi. Beberapa hal yang mendasari tindakan operasi adalah jika semua modalitas terapi tidak terasa dampaknya atau gejala-gejalanya tambah berat, jika dalam waktu 3-6 bulan pengobatan yang efektif tidak ada perbaikan atau jika sudah ada gangguan saraf berat.

"Mencegah HNP dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku hidup sehat, lakukan pola kerja yang baik, istirahat yang cukup, kurangi berat badan yang berlebih. Untuk yang bekerja duduk di depan komputer atau berdiri terus menerus selama berjam-jam, lakukan peregangan setiap 3 jam," ungkap Ahmad.

Peregangan di antara waktu bekerja merupakan pembiasaan aktivitas fisik di tempat kerja untuk melancarkan sirkulasi darah. Manfaat yang diperoleh adalah mengendurkan ketegangan syaraf dan melatih otot agar lebih kuat sehingga tidak mudah lelah saat bekerja serta menurunkan risiko cedera tulang punggung.

Reporter: Arie Nugraha
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
5 Hal Sehari-Hari yang Bisa Menyebabkan Munculnya Sakit Punggung nan Mengganggu
6 Penyakit yang Bakal Muncul Ketika Kamu Terlalu Lama Duduk
Kesemutan Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Neuropati pada Penderita Diabetes
Begini Cara Cegah Munculnya Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes
Begini Cara Otak Pulihkan Tubuh dan Buang Racun Ketika Tidur

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.