Ingin hidup sehat lebih lama? Hormon ini bisa bantu kamu

SEHAT | 12 Januari 2016 12:07 Reporter : Siti Rutmawati

Merdeka.com - Semua orang tentu saja ingin hidup sehat lebih lama, kan? Hanya saja masih banyak orang yang belum menemukan rahasia hidup sehat yang sebenarnya. Para peneliti menemukan sebuah rahasia baru dari hati, di mana hati memproduksi sebuah hormon yang mengontrol kelenjar thymus.

Dalam uji coba yang dilakukan studi tersebut, para peneliti dari Yale School of Medicine menunjukkan bahwa sebuah hormon yang disebut FGF21 mampu memperpanjang usia tikus percobaan. Melansir dari medicaldaily.com, hasil penelitian menyarankan bahwa peningkatan jumlah hormon FGF21 dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bagi orang dengan usia lanjut.

Timus adalah organ limfoid dalam sistem kekebalan tubuh yang mengembangkan sel T, yang merupakan agen dalam tubuh yang berfungsi melawan infeksi dalam tubuh. Ini berarti bahwa keberadaan sel T cukup penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Tetapi, seiring dengan pertambahan usia, kita kehilangan kemampuan untuk memproduksinya. Tingkat sel T yang rendah dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh kita melemah , terutama pada orang dengan usia lanjut. Banyak di antara mereka yang bahkan memiliki risiko tinggi mengembangkan infeksi seperti pneumonia.

Selain membantu menghasilkan sel T, FGF21 juga dikenal sebagai hormon endoktrin yang mengelola metabolisme, penurunan berat badan, dan kadar glukosa. Hormon ini bahkan telah dikaitkan dengan pembakaran lemak cokelat (lemak baik) dan berperan dalam memerangi obesitas.

Studi ini menemukan bahwa FGF21 memiliki kemampuan untuk menekan nafsu makan yang berperan dalam mengendalikan asupan kalori. Oleh karena itu, FGF21 juga diduga mampu melindungi tubuh dari ancaman obesitas. Tak hanya itu, studi sebelumnya juga menemukan peran FGF21 untuk melindungi sistem kardiovaskular.

Hasil studi yang dilakukan menemukan bahwa tingkat FGF21 dalam sel epitel thymus jauh lebih tinggi dibandingkan yang terdapat dalam hati. Meningkatkan FGF21 pada orang usia lanjut dan pasien kanker yang sedang menjalani transplantasi sumsum tulang belakang diprediksi dapat menjadi strategi yang mendukung peningkatan produksi sel T. Dengan demikian mereka mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuhnya.

Para peneliti berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai fungsi FGF21 dan mempelajari bagaimana hormon ini dapat digunakan untuk melawan penuaan. Dengan fungsinya sebagai pengurang asupan kalori dan pencegah obesitas, memungkinkan FGF21 dapat menjadi alat berharga untuk memelihara tubuh untuk sehat lebih lama.


Cokelat, obat lezat untuk atasi batuk kamu
Kenali 6 jenis perut buncit kamu dan cara mengatasinya
Terlihat sehat, 7 makanan ini simpan efek buruk bagi tubuh
Ingin sehat? Ganti minuman berenergi kamu dengan 6 makanan ini

(mdk/SRA)