Ini Cara untuk Yakinkan Orangtua yang Antivaksin

SEHAT | 14 Agustus 2019 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Salah satu masalah yang dialami dalam pemberian vaksin pada saat ini adalah sikap antivaksin pada sejumlah orangtua. Padahal, hal ini bisa sangat berbahaya bagi kesehatan dan masa depan anak mereka.

Banyak orangtua merasakan sulitnya meyakinkan segelintir orangtua lain yang antivaksin. Umumnya, orangtua antivaksin itu beralasan tidak tega anaknya jadi sakit atau demam pascavaksinasi.

Menurut dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang FKUI Hartono Gunardi, memang kadang-kadang orangtua sangat khawatir ketika anaknya yang sehat lalu diimunisasi jadi menangis, sedikit demam dan ada bekas suntikan.

"Namun, orangtua perlu tahu bahwa bila anak yang tidak diimunisasi rentan terhadap penyakit infeksi yang berbahaya," kata Hartono dalam Instagram Live Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Hartono mencontohkan bila anak tidak mendapatkan vaksinasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) lalu terserang penyakit difteri di kemudian hari, penyakit tersebut membuat anak jadi sulit bernapas. Anak harus segera dibawa ke rumah sakit, dan mungkin perlu mendapatkan serum dari luar negeri agar bisa sembuh.

"Sementara, di luar negeri serum ini sudah sedikit, karena kasusnya sudah sedikit, banyak pabrik serum sudah tutup (tidak memproduksi lagi)," kata Hartono.

Daripada membuka peluang anak berisiko terkena difteri, tentu lebih mudah bila anak mendapatkan imunisasi.

"Jadi, jangan menunggu jatuh sakit, lebih baik diimunisasi," sarannya.

Hartono tidak menampik bahwa usai anak mendapatkan vaksinasi bakal ada reaksi dari tubuh. Seperti menangis, sedikit demam, atau bengkak di bekas suntikan.

"Ada efek samping tapi itu ringan dan sederhana dan akan membaik dalam beberapa hari," pungkasnya.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bukan Popok atau Susu Formula, Hal Ini yang Sebenarnya Dibutuhkan Bayi Saat Bencana
Skoliosis pada Anak Juga Bisa Munculkan Gangguan Pernapasan
Infeksi Telinga pada Masa Kecil Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran Saat Tua
Perhatikan Cara Berjalan Anak untuk Ketahui Risiko Masalah Punggung Mereka
Penggunaan Gadget Secara Berlebihan Ancam Kesehatan Otak Anak dan Remaja
Orangtua Harus Tega dalam Membatasi Ketika Anak Bermain Gadget

(mdk/RWP)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com