Ini Hal yang Harus Ditaati Pasien Hipertensi Jika Ingin Tetap Berpuasa

SEHAT | 20 Mei 2019 18:06 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Terdapat beberapa kondisi pasien penderita penyakit yang sebaiknya tidak berpuasa di bulan Ramadan seperti pada penderita gagal ginjal dan diabetes. Pada pasien penderita hipertensi, larangan puasa tidak seketat itu karena terdapat beberapa hal yang harus ditaati.

Triyani Kresnawan, Dietisien Instalasi Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa orang dengan hipertensi boleh berpuasa. Tentunya harus disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki pasien.

"Orang yang hipertensi dan harus minum obat terus, obatnya bisa diatur pada saat buka dan sahur," kata Triyani dalam sebuah temu media di kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta.

Sementara, agar tekanan darah tetap terkontrol, pasien hipertensi disarankan untuk mengurangi konsumsi garam saat makan sahur atau buka puasa. Untuk ukuran yang dianjurkan, Anda bisa menggunakan versi DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

"Kurang lebih yang dianjurkan DASH diet sekitar 5 gram NaCl untuk pasien hipertensi," kata Triyani menjelaskan.

Angka ini bisa disamakan dengan ukuran rumah tangga yaitu satu sendok teh per hari. Dengan jumlah yang tepat, para pasien hipertensi ini tidak akan mengalami halangan berarti ketika menjalani puasa Ramadan.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Penderita Diabetes Bebas untuk Makan Kolak, Asal Dengan Cara Berikut Ini
Begini Tips untuk Sahur dan Buka Sehat bagi Penderita Asam Lambung
Ini Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua dalam Membiasakan Anak Berpuasa Ramadan
Bagi Penderita Diabetes, Cermati Makanan dan Minuman yang Dikonsumsi Saat Puasa
Bagi Penderita Diabetes, Waspadai Gula Darah Rendah Selama Bulan Ramadan

(mdk/RWP)