Ini Hal yang Perlu Dipersiapkan Calon Ayah Sebelum Menimang Momongan

SEHAT | 14 November 2019 11:32 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Bagi calon orangtua, mempersiapkan ilmu dan diri merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Terdapat sejumlah hal yang penting diketahui oleh calon ibu dan calon ayah.

Psikolog Oktina Burlianti memaparkan apa saja yang perlu dipersiapkan para calon ayah. Pertama, menurut psikolog yang akrab disapa Ulie ini, calon ayah harus memiliki visi yang jelas mengenai anak.

"Kenapa mau punya anak, dia harus tahu dulu. Jangan cuma berpikir itu adalah buah cinta dengan istri. Yang terpenting, ini anak mau dijadikan apa? Tumbuh menjadi pribadi yang sukses. Sukses dalam hal apa saja?" kata Ulie.

Ketika calon ayah ingin anaknya kelak memiliki karakter dan mental tertentu, maka ia pun harus mempersiapkan diri menjadi panutan bagi sang anak. Bersikap dan berperilaku yang dapat dicontoh oleh anak.

"Kalau dia pengin punya anak dengan karakter tertentu ya dia harus jadi role model terlebih dulu. Dia sendiri harus bisa menjadi contoh untuk anak itu."

1 dari 1 halaman

Peran Baru Sebagai Ayah

Selain itu, pria yang tengah menghitung hari jelang kelahiran buah hati juga perlu mempersiapkan diri menerima peran baru sebagai ayah. Kehidupan ayah dan ibu akan berubah drastis ketika si Kecil lahir.

"Begitu punya bayi kehidupan kita akan berubah. Waktu tidur berubah. Mungkin lebih ke penyesuaian dia dengan peran baru sebagai ayah. Dengan kehadiran bayi, tanggung jawab dia menjadi berlipat-lipat," jelas Ulie.

Peran baru sebagai ayah itulah yang perlu benar-benar dipersiapkan dan disadari oleh pria. Saat seperti itu, antara suami dan istri perlu saling berbagi peran dan menguatkan.

Salah satu yang perlu dipahami pria, tak hanya anak sebagai anggota keluarga baru yang perlu mendapat perhatian, melainkan juga sang istri. Salah satu peran ayah adalah mendukung ibu. Pria atau suami perlu mengetahui hal-hal yang bisa membuat istri merasa nyaman dan dicintai.

"Istri akan kuat kalau suami memberi support mental psikologis. Ayah akan benar-benar berperan dalam pola pengasuhan ketika anak sudah berusia di atas 2 tahun," tandas Ulie.

Reporter: Dyah Puspita Wisnuwardani
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Begini Cara Orangtua untuk Jawab Ketika Anak Tanya dari Mana Bayi Berasal
5 Alasan Orangtua Perlu Membiarkan Anak Gagal
8 Hal yang Harus Diperhatikan oleh Ibu Ketika Menyapih Anak
Ketenangan Orangtua Dibutuhkan Ketika Hadapi Anak yang Demam
Penyebab Mengapa Bayi Menjadi Rewel Saat Diletakkan di Boks dan Cara Mengatasinya
Berbagi Cerita dengan Anak Bisa Bantu Perkembangan Otak Anak