Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Stres yang Dialami Ibu Hamil

SEHAT | 24 September 2019 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Ketika tengah hamil, seorang ibu bakal rentan mengalami sejumlah masalah dalam dirinya. Salah satu masalah yang paling banyak dialami oleh ibu hamil adalah rentan stres.

Seperti saat trimester pertama, ibu hamil akan cepat kelelahan, mual, muntah, suasana hati berubah, dan payudara mulai membengkak. Memasuki trimester kedua mulai merasakan nyeri perut bawah, keram, bengkak ringan, hidung tersumbat, dan ngidam.

Memasuk trimester ketiga, ibu akan mengalami sembelit, heartburn, sulit tidur, masalah tidur, bengkak kaki, hingga kontraksi palsu. Stress pun diperparah ketika kehamilan berisiko tinggi, seperti adanya penyakit asma, anemia, dan darah tinggi.

“Setiap harinya tentu ada perubahan bagi ibu hamil, ini yang membuat ibu stres. Dalam kondisi hamil normal saja, ibu sudah dihadapkan dengan berbagai tantangan dan perubahan psikologis seperti tingkat stress yang lebih tinggi. Kehamilan berisiko tinggi tentunya bisa melipatgandakan tingkat stress ibu dan memberikan dampak negatif pada diri ibu dan janin,” ujar Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari Tiga Generasi.

1 dari 2 halaman

Mencegah Stres

Untuk mencegah stres pada ibu hamil, Puti menyampaikan , dibutuhkan cara penanggulangan stres yang tepat melalui dukungan support system yang dapat membantu ibu mengelola tekanan secara sehat. Mulai dari diri ibu sendiri, suami, serta keluarga dan teman dekat.

Dimulai dari diri sendiri, Ibu bisa mengenali mana masalah yang sumbernya ada di dalam kendali dan mana yang tidak. Apabila masalah tersebut berada di dalam kendalinya, ibu dapat melakukan strategi problem focus, yaitu fokus pada penyelesaian masalah dan pencarian jalan keluar seperti menghindari makanan yang bisa semakin membahayakan kehamilan risiko tinggi.

2 dari 2 halaman

Butuh Bantuan Suami dan Keluarga

Sedangkan untuk masalah yang ada di luar kendali, strategi emotional focus dapat diterapkan. Ibu akan mengelola emosi seperti mencari distraksi dan membuka diri ke orang lain.

Putu melanjutkan, selain diri sendiri, dukungan suami, keluarga dan teman bisa membantu meningkatkan kondisi kehamilan ibu agar ia tidak merasa sendirian saat menjalani kehamilan berisiko tinggi.

“Suami dan keluarga bisa menunjukkan perhatian dengan menomorsatukan gizi sang ibu dan mendukung ibu mengonsumsi nutrisi seimbang yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Dukungan lain juga bisa ditunjukkan dengan membicarakan hal-hal menyenangkan,menciptakan suasana positif, dan memberikan perhatian-perhatian sederhana,” tandas Andani.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com (mdk/RWP)

Baca juga:
6 Hal Tak Terduga yang Bisa Muncul Ketika Kamu Hamil
Bagi Wanita Hamil, Posisi Tidur Ini Ternyata Aman dan Tak Sebabkan Masalah
Pentingnya Cek Kesehatan Sebelum Pernikahan untuk Cegah Risiko Anemia
Benarkah Penderita Anemia Harus Menghindari Konsumsi Susu?
Stres yang Dialami oleh Ibu Hamil Bisa Timbulkan Masalah Kepribadian pada Buah Hati
5 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Wanita Mengalami Sulit Hamil