Ini Waktu yang Kamu Butuhkan untuk Menurunkan Kadar Stres di Alam Bebas

SEHAT | 9 April 2019 19:09 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Berada di luar ruangan terutama di alam bisa membantu menangani berbagai masalah mental yang dialami. Walau begitu selama ini belum disebutkan berapa lama mereka harus berada di luar untuk mengatasi masalah tersebut.

Peneliti baru saja menemukan berapa dosis yang tepat dari berada di luar ruangan untuk membantu orang-orang dengan tekanan mental. Dilansir dari Medical Daily, diketahui bahwa menghabiskan waktu setidaknya 20 menit di tempat yang kamu rasa dapat membuatmu berhubungan dengan alam dapat menurunkan tingkat hormon stres secara signifikan.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Frontiers in Psychology. Temuan ini merupakan pertama kalinya disebut jangka waktu pengalaman di alam yang dibutuhkan untuk mengobati masalah mental.

"Kami tahu bahwa menghabiskan waktu di alam dapat menurunkan stres, namun hingga sekarang masih belum jelas berapa lama, seberapa sering, atau bahkan jenis pengalaman di alam apa yang bakal menguntungkan kita," jelas MaryCarol Hunter, kepala peneliti dan profesor di University of Michigan.

"Hasil temuan kami menunjukkan bahwa untuk hasil yang optimal, secara efisien untuk menurunkan kadar hormon stres kortisol, kamu harus menghabiskan waktu antara 20 hingga 30 menit untuk duduk atau berjalan di tempat yang memberi kamu perasaan di alam bebas," sambungnya.

Tim peneliti ini juga mendesain sebuah tes yang bisa digunakan oleh dokter untuk mendapat perkiraan yang realistis mengenai dosis yang efektif bagi pasien.

Dalam penelitian ini, peneliti meminta partisipan untuk ke alam luar selama 10 menit atau lebih, tiga kali seminggu. Mereka juga mengukur tingkat kortisol sebelum dan sesudah partisipan melakukan hal tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa hanya 20 menit di alam bebas sudah cukup untuk secara signifikan menurunkan tingkat kortisol. Namun seseorang yang berada di alam luar lebih lama, bahkan hanya untuk duduk di taman, memiliki tingkat kortisol yang turun lebih luar biasa.

"Praktisi layanan kesehatan dapat menggunakan hasil kami sebagai dasar bukti untuk memberikan resep agar bersantai di alam bebas," jelas Hunter.

"Hasil penelitian merupakan perkiraan pertama mengenai bagaimana pengalaman di alam bebas mempengaruhi kadar stres pada konteks di kehidupan sehari-hari," sambungnya.

Dia menambahkan bahwa temuan ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya terutama yang berhubungan dengan stres dan alam bebas. Hal ini juga dapat menjadi dasar yang baik dalam merancang kota yang ramah dan dapat menurunkan tingkat stres.

Baca juga:
Ini Tanda yang Muncul Ketika Anak Sudah Mengalami Kecanduan Gim Online
Ilmuwan Temukan Cara 'Hapus' Ingatan Buruk Seseorang
Sejumlah Masalah Kesehatan yang Mengintai di Balik Kebiasaan Marah-Marah
Ini Kata yang Lebih Sering Diucapkan oleh Seseorang Ketika Sedang Stres
Keluarga Harus Bentengi Anak dari Informasi yang Merusak Karakter
Merasa Takut dan Gelisah Tiba-Tiba? Mungkin Kamu Tengah Mengalami Serangan Panik
Mengapa Orang Tua Cenderung Tidur Malam Lebih Sebentar?

(mdk/RWP)