Jangan Keliru! Begini Cara Bedakan Demam Malaria, Chikungunya, dan DBD

Jangan Keliru! Begini Cara Bedakan Demam Malaria, Chikungunya, dan DBD
SEHAT | 29 April 2019 19:16 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Gejala yang dimunculkan oleh malaria tampak cukup mirip dengan chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD) sehingga kadang sulit dibedakan. Salah satu gejala yang mirip adalah demam yang muncul. Namun terdapat perbedaan yang patut diketahui masyarakat.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan penyakit tropik infeksi Erni Juwita memaparkan perbedaan gejala dari ketiga penyakit itu.

"Nyamuk itu berpotensi membawa patogen (agen yang menyebabkan infeksi). Persamaan gejala ketiga penyakit yang paling banyak adalah demam. Gejala malaria ditandai dengan demam sekaligus menggigil," jelas Erni dalam siaran langsung di Siaran Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Untuk kasus malaria, ada gejala klasik atau yang dikenal dengan sebutan trias malaria. Seseorang yang mengalami trias malaria ditandai dengan kondisi menggigil, bahkan sampai menyebabkan tempat tidur ikut bergoyang.

"Ini terjadi karena parasit malaria masuk ke dalam darah. Parasit jadi benda asing di dalam darah," lanjut Erni.

Sementara demam yang menjadi gejala chikungunya berupa demam yang tinggi dan akut disertai nyeri tulang.

"Rasanya itu kayak tulang dipatahin," Erni yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan ke manusia oleh nyamuk Aedes. Gejala chikungunya berupa demam dan nyeri sendi parah, yang seringkali melemahkan sendi.

Nyeri sendi pun dapat bertahan selama beberapa bulan bahkan bertahun-tahun. Gejala lain meliputi nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan, dan ruam.

Gejala demam pada DBD termasuk demam akut yang mendadak. Demam tinggi disertai keringat yang banyak dan sakit kepala. Berbeda dengan demam malaria yang dibarengi kondisi tubuh menggigil. DBD jarang menyebabkan menggigil.

"DBD ini bisa mendadak terjadi. Misalnya, Anda di pagi hari asyik berolahraga. Nah, siang nanti kok tiba-tiba suhu badan naik dan terserang demam," papar Erni.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Kebiasaan Main Gim Bisa Buat Anak Perempuan Kesulitan dalam Melakukan Hubungan Sosial
Ini Hal yang Harus Ketahui Sebelum Memilih dan Menggunakan Vitamin Rambut
Menurut Ahli, Begini Cara untuk Atasi Masalah Sakit Punggung
Begini Cara Udara Panas Pengaruhi Emosi Seseorang Sehingga Dia Mudah Marah
Terlalu Sering Gunakan Alat Penata Bisa Buat Rambut Cepat Rusak
Mengapa Hanya Pria yang Memiliki Jakun Sedangkan Wanita Tidak?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami