Kampanye Pakai Masker Pasca Vaksinasi Terus Digaungkan

Kampanye Pakai Masker Pasca Vaksinasi Terus Digaungkan
Ilustrasi Menggunakan Masker. ©Freepik
SEHAT | 31 Agustus 2021 20:59 Reporter : Dwi Zain Musofa

Merdeka.com - Anjuran pakai masker meski telah melakukan vaksinasi terus digaungkan agar kasus positif di Indonesia tak meningkat lagi. Saat ini, jumlah kasus Covid-19 harian memang tengah menurun, namun meningkatnya aktivitas masyarakat menuntut penegakan protokol kesehatan tetap disiplin dilakukan.

Penurunan kasus positif harian disertai mobilitas masyarakat yang meningkat dikhawatirkan bisa memicu jumlah kasus kembali meningkat.

Melihat kondisi ini, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Hery Trianto mengatakan bahwa penyampaian edukasi tentang pentingnya pakai masker dan vaksinasi tetap harus disampaikan.

“Dari sisi komunikasi kita perlu terus menerus melakukan edukasi publik terkait pentingnya kita menggunakan masker kendati sudah divaksinasi,” ujar Hery dalam konferensi pers, gerakan pakai masker (GPM) Senin (30/8/2021).

Ia juga menyinggung, edukasi terkait masker dan vaksinasi perlu dilakukan guna menghindari kenaikan kasus yang terjadi di Amerika.

“Amerika yang sudah hampir mencapai kekebalan kolektif sekarang sedang menghadapi lonjakan kasus 140 ribu per hari. Hal ini terjadi karena di sana ada ketentuan tidak wajib pakai masker. Makanya Indonesia tidak ingin terjadi seperti itu, kita ingin terus-menerus berkampanye bahwa kendati sudah divaksinasi tetap menggunakan masker, itu wajib.” ungkap Hery.

Salah satu upaya untuk membuat kampanye pakai masker dan vaksinasi ini berjalan efektif adalah dengan narasi perkawinan masker dan vaksin atau #NikahkanMaskerdanVaksin.

“Kunci dari kampanye ini adalah mengedukasi masyarakat bahwa ketika sudah divaksinasi kita tetap harus patuhi protokol kesehatan dalam hal ini pakai masker.”

Kampanye ini akan dilakukan melalui berbagai saluran mulai dari media sosial, saluran radio, hingga saluran televisi.

Dalam acara yang sama, tokoh periklanan yang ikut merancang GPM Shafiq Muljanto menyampaikan bahwa masker dan vaksin adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan.

“Kalau sudah divaksinasi ya harus tetap pakai masker karena penggunaan vaksin dan masker bisa menghindari infeksi di atas 90 persen. Bahkan, penggunaan secara bersamaan bisa mengurangi tingkat keseriusan infeksi sampai 10 kali lipat.”

Dengan demikian, masyarakat Indonesia belum bisa lengah dan berpuas diri dengan penurunan kasus yang tengah terjadi, tambahnya.

Karena masker dan vaksin menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan di era COVID-19, maka keduanya perlu digunakan bersama. Hal ini lah yang menjadi ide awal kampanye #NikahkanMaskerdanVaksin.

“Karena konsep nikahkan itu adalah konsep universal yang semua orang tahu. Kedua hal ini perlu disatukan dalam ikatan yang sakral, jadi nikahkan masker dan vaksin,” pungkas Shafiq.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Ade Nasihudin Al Ansori

(mdk/dzm)

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami