Kebiasaan Konsumsi Makanan Olahan Bisa Menimbulkan Masalah Kesuburan pada Pria

Kebiasaan Konsumsi Makanan Olahan Bisa Menimbulkan Masalah Kesuburan pada Pria
SEHAT | 10 Juli 2019 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Makanan cepat saji dan olahan telah lama diketahui bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti tekanan darah maupun kolesterol. Sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa konsumsi makanan ini bisa mempengaruhi masa depan seseorang.

Dilansir dari New York Post, sebuah penelitian dari Harvard University menyebut bahwa makanan olahan serta tinggi lemak bisa menyebabkan masalah permanen pada sperma. Temuan ini tentu sangat mengejutkan mengingat kerapnya masyarakat zaman sekarang mengonsumsi makanan tersebut.

Peneliti mempelajari sekitar 3.000 pria dengan usia antara 18 hingga 201 tahun. Diketahui bahwa vegetarian serta seseorang dengan pola makan yang kaya dengan buah, sayuran, ayam, serta ikan memiliki jumlah sperma lebih besar dibanding mereka yang mengonsumsi makanan olahan.

"Hampir dapat dipastikan bahwa mereka yang memiliki pola makan lebih baik mengonsumsi lebih banyak antioksidan," ungkap pakar kesuburan, Allan Pacey dari Sheffield University.

"Ketika mengonsumsi pizza, keripik, dan daging merah, kita mengetahui bahwa (oksidatif) ster meningkat dan hal ini bisa menimbulkan hal buruk pada sperma," sambungnya.

Kepala Peneliti Jorge Chavarro menyebut bahwa temuan ini bakal sangat mengejutkan dan melukai ego pria.

"Kamu akan terkejut melihat seberapa sensitif pria muda terhadap hal yang mungkin mempengaruhi jumlah sperma karena hal ini sangat menentukan maskulinitas," terangnya.

WHO menyebut bahwa normalnya jumlah sperma seseorang terdiri dari 39 juta atau lebih pada saat ejakulasi. Subyek penelitian yang mengonsumsi makanan cepat saji diketahui memiliki jumlah sperma 25,6 juta lebih sedikit dibanding pada mereka dengan jenis makanan tepat.

Peneliti percaya bahwa makanan olahan mempengaruhi kesehatan sel yang diproduksi sperma atau sel Sertoli. Walau makan dengan lebih baik bisa meningkatkan kesehatan sperma seiring waktu, namun sel Sertoli ini tak bisa dibenahi sehingga ketika sudah rusak maka tak ada hal yang bisa dilakukan. (mdk/RWP)

Baca juga:
Keguguran Bisa Jadi Disebabkan Karena Sel Sperma Pria yang Rusak
Ibu Hamil yang Gondongan Perlu Waspada, Terutama Jika Mengandung Anak Laki-laki
Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Air Mani dengan Sperma
Perubahan Gaya Hidup Pria Selama 3 Bulan Bisa Langsung Perbaiki Kualitas Sperma
Kesuburan Pria Juga Perlu Diperiksa Jika Belum Punya keturunan Setelah Setahun
Kebiasaan Merokok Bisa Akibatkan Kondisi Tak Sehat pada Sperma

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami